Pengaruh Penyuluhan Terhadap Keputusan Petani dalam Adopsi Inovasi Teknologi Usahatani Terpadu

Kurnia Suci Indraningsih

Abstract


English

Marginal land in Indonesia is potential for agribusiness development, but it has not been well managed.  At present, 17.1 million hectares or 22.8 percent of dry-land areas are cultivated for agriculture.  Objectives of this research were to analyze the factors affecting: (1) perceptions of farmers towards extension, (2) farmers' perceptions on innovation characteristics, and (3) farmers’ decision in adopting the technology. The research used an explanatory survey method. Units of analysis were individuals, and the sample farmers were the respondents. The population in this study was all farmers in the villages of the districts of Talaga (Cianjur Regency) and Jatiwangi (Garut Regency). Number of samples was determined using Slovin’s formula with total samples of 302 respondents. Sampling method of this research employed that of stratified random. Data were collected from December 2008 to March 2009. Analyses of the data consisted of: (1) descriptive data analysis, i.e. frequency distribution and Odds ratio, and (2) inferential data analysis, i.e. Pearson correlation, multiple regression, and path analysis. Results of the study showed that: (1) Factors influencing the perception of adopting-farmers toward extension were mobility, intelligence, and risk-taking levels, and cooperation, while those for non-adopting farmers were purchasing power, cooperation, exposure to the media, and availability of financial facilities; (2) Factors influencing the perception of adopting- farmers’ on innovation characteristics were income level, land use, attitude toward change, competence and role of extension agents, while those for non-adopting farmers were intelligence, risk-taking, cosmopolite levels, inputs availability, and marketing facilities;  (3) Factors affecting farmers’ decisions to adopt technology for adopting- farmers were relative advantage, compatibility of technology, and their perceptions on media influence/interpersonal information, while those for non-adopting farmers were conformity and complexity of technology, and their perceptions on media influence/ interpersonal information.


indonesian

Indonesia memiliki potensi lahan pertanian marjinal untuk pengembangan agribisnis,  namun belum dimanfaatkan dan dikelola dengan baik. Saat ini 17,1 juta hektar atau 22,8 persen dari lahan kering tersebut dibudidayakan untuk pertanian.  Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengkaji persepsi petani terhadap penyuluhan dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi tersebut; (2) mengkaji persepsi petani terhadap ciri-ciri inovasi teknologi usahatani terpadu yang diperkenalkan, dan faktor-faktor yang mempengaruhi pembentukan persepsi tersebut; dan (3) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani dalam mengadopsi teknologi. Penelitian menggunakan metode survei yang bersifat eksplanasi. Unit analisis adalah individu, petani responden penelitian.  Populasi dalam penelitian adalah semua petani yang berada di Desa Talaga, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur dan Desa Jatiwangi, Kecamatan Pakenjeng, Kabupaten Garut. Penentuan jumlah sampel petani menggunakan rumus Slovin sebanyak 302 petani responden.  Pengambilan sampel petani menggunakan teknik sampel acak stratifikasi (stratified random sampling), dengan stratifikasi petani adopter dan petani nonadopter.   Pengumpulan data dilakukan pada bulan Desember 2008 sampai Maret 2009. Analisis data dalam penelitian ini mencakup (1) analisis deskriptif: distribusi frekuensi dan rasio Odds, serta (2) analisis inferensial: korelasi Pearson, regresi ganda, dan analisis jalur. Hasil penelitian menunjukkan (1) faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani adopter terhadap penyuluhan adalah mobilitas, intelegensi, tingkat keberanian berisiko, serta kerja sama, sedangkan petani nonadopter adalah daya beli, kerja sama, keterdedahan terhadap media, dan ketersediaan fasilitas keuangan; (2) faktor-faktor yang mempengaruhi persepsi petani adopter terhadap karakteristik inovasi adalah tingkat pendapatan, luas lahan, sikap terhadap perubahan, kompetensi dan peran penyuluh, dan pada petani nonadopter adalah intelegensi, keberanian berisiko, kekosmopolitan, ketersediaan input, ketersediaan sarana pemasaran, (3) faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan petani adopter untuk mengadopsi teknologi adalah manfaat langsung dari teknologi berupa keuntungan relatif, kesesuaian teknologi, serta persepsi petani terhadap pengaruh media/informasi interpersonal, pada petani nonadopter adalah kesesuaian dan kerumitan teknologi serta persepsi petani terhadap pengaruh media/informasi interpersonal sebagai penyampai teknologi yang komunikatif bagi petani.

Keywords


karakteristik inovasi; usahatani terpadu; lahan marjinal; innovation characteristics; integrated farming; marginal land

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v29n1.2011.1-24

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kawasan Inovasi Pertanian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Google Scholar Scilit logo