Impacts of Cooperative Membership on Sugarcane Farmers’ Income in East Java

Ening Ariningsih

Abstract


Indonesian

Provinsi Jawa Timur merupakan sentra produksi tebu terbesar di Indonesia dan koperasi mempunyai peran penting dalam agribisnis tebu di wilayah itu.  Akan tetapi, walaupun banyak manfaat yang ditawarkan oleh koperasi, masih banyak petani tebu yang enggan untuk menjadi anggota koperasi. Studi ini bertujuan untuk mengkaji dampak keanggotaan koperasi terhadap pendapatan petani tebu di Jawa Timur.  Uji perbandingan nilai tengah dua contoh dengan uji-t digunakan dalam membandingkan biaya usahatani, penerimaan, dan pendapatan usahatani antara anggota dan bukan anggota, dan antara anggota dan bukan anggota yang memanfaatkan layanan jasa koperasi. Hasil kajian menunjukkan bahwa layanan jasa koperasi mempunyai dampak yang positif terhadap harga tebu di tingkat petani. Demikian pula dampak positif secara nyata terhadap biaya usahatani,  penerimaan, dan pendapatan bersih usahatani dibandingkan dengan bukan anggota yang tidak memanfaatkan layanan jasa koperasi. Sebaliknya, tidak ada perbedaan yang nyata dalam biaya usahatani, penerimaan, dan pendapatan bersih usahatani antara petani anggota dan bukan anggota yang memanfaatkan jasa koperasi.  Hal ini menunjukkan bahwa status keanggotaan tidak berdampak nyata terhadap variabel-variabel tersebut selama kedua kelompok mendapat jasa layanan koperasi. Oleh karena itu, disarankan untuk membedakan layanan jasa antara anggota dan bukan anggota pada tingkat yang bisa memberikan insentif bagi bukan anggota untuk menjadi anggota koperasi.


English

East Java Province is the largest sugarcane producing center in Indonesia and cooperatives have important roles in sugarcane agribusiness in this province. However, in spite of the advantages offered by the cooperatives, there are still many farmers reluctant to become members of the cooperatives.  The objective of this study was to assess the impact of cooperative membership on sugarcane farmers’ income in East Java. The comparison of two samples means using t-test was applied in comparing the means of costs, revenue, and net farm income between members and non-members as well as members and non-members who availed cooperatives’ services. The results of the study showed that cooperatives’ services had a positive impact on sugarcane price at farm level. Moreover, the results of the two samples t-test showed that cooperative services had some significant positive impacts on sugarcane farm costs, revenue, and net income of the members as compared to non-members who did not avail cooperative services. However, there were no significant differences in sugarcane farm costs, revenue, and net income between farmer-members and non-members who availed cooperative services, suggesting that cooperative membership status had no significant impact on those variables. Therefore, service differentiation at a certain level that would become incentives for the farmers to become members of the cooperatives is recommended by the study.

Keywords


koperasi; tebu; pendapatan; petani; anggota; Jawa Timur; sugarcane; cooperative; farmer; income; member; East Java

Full Text:

PDF (Indonesian)


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jae.v32n2.2014.147-165

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Jurnal Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail : jae.psekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id


Statistik Pengunjung


Repositori Badan Litbang PertanianGoogle Scholar Indonesian Publication Index Scilit logo


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.