Journal History

JAE terbit pertama kali bulan Oktober 1981 atas prakarsa Kepala Pusat Penelitian Agro Ekonomi waktu itu, yaitu Dr. Sjarifudin Baharsjah. JAE lahir setelah menunggu enam tahun sejak institusi penelitian yang mengkhususkan pada telaahan sosial ekonomi pertanian didirikan dalam lingkup Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Pusat yang didirikan tahun 1975 itu diberi nama Pusat Penelitian dan Pengembangan Agro Ekonomi.

Pada awalnya visi dan misi JAE dirumuskan secara sederhana, seperti tertera pada Volume I Nomor 1, yaitu: " .... dimaksudkan sebagai media komunikasi ilmiah hasil-hasil penelitian agro ekonomi .... ". visi dan misi tersebut bertahan selama lima volume. Pada terbitan Volume VI visi dan misi JAE diubah menjadi: " .... adalah penyebaran hasil-hasil penelitian sosial ekonomi pertanian untuk menunjang pengembangan pembangunan dan penelitian pertanian di Indonesia. seiring berjalan waktu, visi dan misi JAE berubah menjadi "media ilmiah primer penyebaran hasil-hasil penelitian sosial-ekonomi pertanian dengan misi meningkatkan pengetahuan dan keterampilan profesional para ahli sosial ekonomi pertanian serta informasi bagi pengambil kebijakan, pelaku, dan pemerhati pembangunan pertanian dan perdesaan". Setiap nomor JAE dicetak sekitar 500-1000 eksemplar dan disebarkan tidak saja dalam lingkup Kementerian Pertanian tetapi juga ke Perguruan Tinggi dan malahan beberapa eksemplar dikirim pula ke beberapa Perguruan Tinggi dan lembaga ilmiah di luar negeri.

Dalam masa perkembangannya, JAE telah mengalami beberapa hambatan yang membuat JAE tidak dapat terbit sesuai dengan waktunya. pada awalnya, JAE terbit pada bulan Oktober 1981. Kemudian pada Volume 2 Nomor 2 Mei Tahun 1983 dikarenakan naskah yang masuk hanya sejumlah kecil saja dan kebanyakan kurang layak, sehingga hanya terbit Volume 3 Nomor 1 Oktober 1983. Begitu juga pada Volume 4 dikarenakan kurangnya naskah yang layak terbit, sehingga kedua Nomor (1 dan 2) Volume 4 terbit pada bulan Oktober 1985 secara bersamaan. Pada Volume berikutnya semua terbit sesuai pada bulannya yaitu: Mei untuk Nomor 1 dan Oktober untuk Nomor 2. Namun pada beberapa volume dengan masalah yang sama, terbit dalam waktu yang sama seperti Volume 16 Nomor 1 dan 2 Oktober Tahun 1997, serta Volume 6 Nomor 1 dan 2 Oktober Tahun 1987, namun sedikit berbeda dengan volume 4, karena dalam cetaknya kedua nomor tersebut digabung menjadi satu buku sedangkan Volume kedua nomor cetak dalam dua buku terpisah tetapi dengan bulan yang sama yaitu Oktober 1986. Pada tahun 2000, sama sekali tidak terbit hal ini dikarenakan meskipun banyak naskah yang masuk, namun tidak satupun yang layak untuk diterbitkan dengan alasan tidak memenuhi standar mutu dari JAE sehingga tidak ada volume dan nomor yang terbit.

Selama periode Tahun 1981 – 2004, naskah yang diterbitkan sangat beragam dengan jumlah artikel setiap nomornya berkisar antara 3 – 8 artikel (8 artikel hanya pada Volume 6 saja). Hal ini dikarenakan karena belum adanya aturan dari LIPI perihal jumlah minimum naskah yang harus diterbitkan untuk setiap Nomor penerbitan. Setelah Tahun 2004 hingga sekarang baru aturan tersebut diberlakukan oleh LIPI yaitu jumlah minimum artikel sehingga sebuah nomor dapat diterbitkan adalah 5 artikel. Pada nomor tertentu selain artikel juga dimasukkan tulisan berupa: (1) resensi buku/tinjauan buku (Vol. 1 No. 1 Oktober Tahun 1981; Vol. 1 No. 2 Mei Tahun 1982; dan Vol. 18 No. 1 dan 2 Tahun 1999); (2) Komentar mengenai artikel yang masuk dalam 10 tahun terakhir pada Volume 1 hingga 10 (komentar terdapat pada Vol. 11 No. 1 Mei Tahun 1992); dan (3) tinjauan metode penelitian yang menjelaskan mengenai model yang dapat digunakan untuk menghitung aspek politik dalam sebuah penelitian sosial ekonomi (Vol. 18 No. 1 Mei Tahun 1999).

Dalam perjalanannya, JAE mengalami peningkatan baik dalam hal sumber daya manusia (SDM) pengelola, pendanaan, kebijakan, sebaran penulis, jumlah artikel yang dimuat, hingga terakreditasi oleh LIPI sebagai jurnal nasional. JAE terakreditasi mulai dari tahun 2009, dan telah diperpanjang hingga 2018 sesuai dengan Surat Keputusan LIPI Nomor 645/AU3/P2MI-LIPI/07/2015.