Potensi Sumbangan Kapas Bt untuk Peningkatan Produksi Kapas di Indonesia

Bahagiawati Bahagiawati, Nurliani Bermawie

Abstract


Indonesia termasuk lima belas besar negara penghasil tekstil di dunia. Namun, bahan dasar industri tekstil ini, yaitu kapas, 99,5% masih diimpor, padahal lahan potensial untuk penanaman kapas terbilang cukup besar. Ada beberapa hal yang memengaruhi produksi kapas, antara lain belum tersedianya benih kapas bermutu tinggi yang tahan serangan hama dan penyakit. Teknologi rekayasa genetika telah terbukti menghasilkan benih kapas transgenik berpotensi hasil tinggi yang tahan hama utama. Pada tahun 2001–2002, Indonesia pernah menanam kapas transgenik (kapas Bt) terbatas di tujuh kabupaten di Provinsi Sulawesi Selatan. Pada waktu itu, produksi rerata kapas Bt mencapai 220% lebih tinggi daripada kapas lokal Kanesia. Namun karena beberapa hal penanaman kapas Bt dihentikan. Setelah penanaman kapas Bt terhenti selama lebih kurang 12 tahun, produksi kapas nasional tetap rendah dan cenderung menurun sehingga impor kapas terus meningkat. Kondisi yang berbeda bila dibandingkan dengan negara lain seperti India yang mengalami perkembangan pesat penanaman kapas Bt. Pada tahun 2014, India telah menjadi negara pengekspor kapas utama di dunia mengalahkan Cina dan Amerika Serikat. Berdasarkan pengalaman Indonesia menanam kapas Bt dan keberhasilan yang telah dibuktikan oleh negara lain terutama India dalam meningkatkan produksi kapas, untuk meningkatkan produksi kapas nasional, Indonesia perlu mempertimbangkan untuk menanam kembali kapas Bt di sentra produksi kapas di Indonesia. Tujuan tinjauan ini adalah memberikan informasi tentang pengalaman Indonesia menanam kapas Bt, potensi kapas Bt, dan kebijakan yang disarankan untuk meningkatkan produksi kapas nasional.


Keywords


kapas; kapas Bt; multilokasi kapas Bt; keamanan hayati

Full Text:

PDF

References


Alam, S. (2002) Evaluasi pengembangan kapas Bollgard di

Sulawesi Selatan: Suatu tinjauan sosial ekonomi.

Laporan tim pemantau kapas Bollgard Sulawesi

Selatan. Makassar, Universitas Hasanuddin.

Ali, A. & Abdulai, A. (2010) The adoption of genetically

modified cotton and poverty reduction in Pakistan.

Journal of Agricultural Economics, 61 (1), 175–192.

Anonim (2001) Hasil uji multilokasi kapas Bollgard di

Sulawesi Selatan. Laporan kemajuan I. Universitas

Gadjah Mada & Universitas Hasanuddin.

Amiruddin, S. (2005) Analisis efisiensi produksi komoditas

kapas di Sulawesi Selatan. Socio-Economic of

Agriculture and Agribusines, 5 (3), 1–27.

Badan Perencanaan Pembangunan Nasional. (2013)

Proyeksi penduduk Indonesia 2010–2035. Jakarta,

Kementerian PPN/Bappenas.

Badan Pusat Statistik. (2015) Badan Pusat Statistik

Indonesia: Profil penduduk Indonesia hasil Supas

Jakarta.

Bakhsh, K. (2013) Economic and Environmental Impacts of

Bt Cotton: Evidence from Pakistan. Nepal, South Asian

Network for Development and Environmental

Economics (SANDEE).

Barfoot, P. & Brookes, G. (2014) Key global environmental

impacts of genetically modified (GM) crop use 1996–

GM Crops & Food, 5 (2), 149–160.

Bennett, R.M., Ismael, Y., Kambhampati, U. & Morse, S.

(2004) Economic impact of genetically modified cotton

in India. AgBioForum, 7 (3), 96–100.

Bermawie, N. Bahagiawati, Mulya, K., Santoso, D.,

Sugiarto, B., Juliantini, E., Syahyuti, Rizal, Hasnam,

Herman, M. & Trisyono, Y.A. (2003) Perkembangan

dan dampak pelepasan produk rekayasa genetika dan

produk komersialnya (kasus kapas Bollgard dan

kedelai impor). Jakarta, Departemen Pertanian-KLH.

Brookes, G. & Barfoot, P. (2014) Economic impact of GM

crops. GM Crops & Food, 5 (1), 65–75.

Carpenter, J. E. (2011) Impact of GM crops on biodiversity.

GM Crops, 2 (1), 7–23.

Dhillon, M.K. & Sharma, H.C. (2013) Comparative studies

on the effects of Bt-transgenic and nontransgenic

cotton on arthropod diversity, seed cotton yield and

bollworms control. Journal of Environmental Biology,

(1), 67–73.

Gruere, G.P. & Sun, Y. (2012) Measuring the contribution of

Bt cotton adoption to India’s cotton yields leap. IFPRI

discussion paper no. 1170. Washington D.C.

Huang, J. & Rozelle, S. (2009) China’s agriculture: Drivers

of changes and implications to China and the rest of

the world. 27th International Association of Agricultural

Economists Conference Beijing, China, August 2009.

Ismael, Y., Bennett, R. & Morse, S. (2002) Benefits from Bt

cotton use by smallholder farmers in South Africa.

AgBioForum, 5 (1), 1–5.

James, C. (2014) Global status of commercialed biotech/

GM crops: 2014. ISAAA Brief No. 49. Ithaca-NY,

ISAAA.

Junaedi (2013) Efisiensi produksi, prilaku petani, dan daya

saing usaha tani kapas rakyat di Sulawesi Selatan.

Disertasi S3, Universitas Gadjah Mada.

Kemenperin (2017) Industri tekstil serap 400.000 tenaga

kerja. [Online] Tersedia pada: www.kemenperin.go.id/

artikel/3004/Industri-tekstil-serap-4000.000-tenaga-kerja

[Diakses 6 Desember 2016].

Kiresur, V. & Ichangi, M. (2011) Socio-economic impact of

Bt cotton: A case study of Karnataka. Agricultural

Economics Research Review, 24, 67–81.

Kouser, S. & Qaim, M. (2013) Valuing financial, health, and

environmental benefits of Bt cotton in Pakistan.

Agricultural Economics, 44 (3), 323–335.

Lokollo, E.M., Syam, A. & Zakaria, A.K. (2001) Kajian sosial

ekonomi pengembangan kapas transgenik di Sulawesi

Selatan MT 2001. Bogor, Pusat Penelitian dan

Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

Makkarasang. (2002) Kondisi umum program

pengembangan kapas Bollgard MT 2001 dan MT 2002

di Sulawesi Selatan. Lokakarya Evaluasi Pelaksanaan

Pengembangan Kapas Bollgard MT 2001 dan Tengah

Tahunan MT 2002. Makassar, Dinas Perkebunan

Sulawesi Selatan.

Marvier, M., McCreedy, C., Regetz, J. & Kareiva, P. (2007)

A meta-analysis of effects of Bt cotton and maize on

nontarget invertebrates. Science, 316 (5830), 1475–

Men, X., Ge, F., Liu, X. & Yardin, E.N. (2003) Diversity of

arthropod communities in transgenic Bt cotton and

nontransgenic cotton agroecosystems. Environmental

Entomology, 32 (2), 270–275.

Nappu, M.B., Kadir, S., Kandro, M.Z. & Baco, D. (2004)

Pengembangan kapas nontransgenik di Sulawesi

Selatan. Jurnal Litbang Pertanian, 23 (1), 29–36.

Naranjo, S.E. (2009) Impacts of Bt crops on nontarget

invertebrates and insecticide use patterns. CAB

Reviews: Perspectives in Agriculture, Veterinary

Science, Nutrition, and Natural Resources, 4 (011),

–23.

Pray, C.E., Nagarajan, L.M., Huang, J., Hu, R. &

Ramaswami, B. (2011) Chapter 4 the impact of Bt

cotton and the potential impact of biotechnology on

other crops in China and India. In: Carter, C.A.,

Moschini, G.C. & Sheldon, I. (eds.) Genetically

Modified Food and Global Welfare (Frontiers of

Economics and Globalization, Volume 10). UK,

Emerald Group Publishing Limited pp. 83–114.

Rachman, H.R. (2007) Pengembangan Kapas Nasional.

Makalah yang disampaikan pada Pertemuan

Koordinasi dan Sinkronisasi Pengembangan Kapas

Nasional Tahun 2007, tanggal 11–12 Mei 2007 di

Makassar.

Romeis, J., Meissle, M. & Bigler, F. (2006) Transgenic

crops expressing Bacillus thuringiensis toxins and

biological control. Nature Biotechnology, 24 (1), 63–71.

Rosmana, A. & Cassa, A. (2002) Laporan uji multilokasi

kapas Bollgard musim tanam 2002 di Sulawesi

Selatan. Sulawesi Selatan.

Siregar, H. & Kolopaking, L.M. (2002) Telaahan sosial

ekonomi usaha tani kapas Bt: Temuan awal dari

provinsi Sulawesi Selatan. Sulawesi Selatan.

Sulistyowati, E. (2011) Strategi perbaikan varietas kapas

menghadapi perubahan iklim global. Perspektif, 10 (2),

–69.

Sulistyowati, E. & Hasnam (2003) Kemajuan genetik

varietas unggul kapas Indonesia yang dilepas tahun

–2003. Perspektif, 6 (1), 9–28.

Sulistyowati, E. & Sumartini, S. (2009) Kanesia 10–Kanesia

: Empat varietas kapas baru berproduksi tinggi.

Jurnal Littri, 15 (1), 24–32.

Suwanto, A., Hala, Y. & Amin, N. (2002) Environment risk

assessment of transgenic cotton in South Sulawesi:

Impact on soil microorganism. Phase II Progress

Report. November 2002.

Trisyono, Y.A., Rosmana, A.A. Gothama, A., Ala, A. &

Moeljopawiro, S. (2001a) Laporan uji multilokasi kapas

Bollgard di Sulawesi Selatan musim tanam 2001. Kerja

sama UGM, Unhas, Balittas, Balitbio.

Trisyono, Y.A., Mahrub, E. & Triman, B. (2001b) Kapas

transgenik Bollgard: Efek terhadap hama sasaran dan

organisme bukan sasaran. Yogyakarta.

Yasin, S., Asghar, H.N., Ahmad, F., Zahir, Z.A. & Waraich,

E.A. (2016) Impact of Bt cotton on soil microbiological

and biochemical attributes. Plant Production Science,

(4), 458–467.

Zikria, R. (2015) Outlook kapas 2015. Pusat Data dan

Sistem Informasi Pertanian. Kementerian Pertanian,

Sekretariat Jenderal.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jbio.v13n2.2017.p137-146

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Jurnal AgroBiogen

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


          


P-ISSN : 1907-1094
E-ISSN : 2549-1547


Jurnal AgroBiogen

Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Bioteknologi dan Sumber Daya Genetik Pertanian

Jl. Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Telp.: (0251) 8339793, 8337975
Faks.: (0251) 8338820
E-mail: jurnal.agrobiogen@gmail.com
Situs: http://biogen.litbang.pertanian.go.id



View My Stats