Dinamika Kelembagaan Kemitraan Usaha Rantai Pasok Buah Tropika Berorientasi Ekspor

nFN Saptana, Atika Dyah Perwita, Valeriana Darwis, Sri Hastuti Suhartini

Abstract


The main problem faced in the development of Indonesia's tropical fruits are the lack of variety, quantity, quality and continuity of supply that is in line with market demand dynamics and consumer preferences. The purpose of this paper is to examine the performance of export-oriented tropical fruit business partnership institutions. The method of analysis is carried out by reviewing various literature studies, especially primary scientific journals and other data and information. Indonesia's main tropical fruits are mango, pineapple, papaya, and avocado, constituting 75% of global tropical fruit production. National fruit production sequentially from the largest are banana of 6,189,052 tons, mango 2,376,339 tons, papaya 906,312 tons, durian 888,130 tons, and mangosteen 190,294 tons. Fruit consumption level in 2000 had reached 36 kg/capita/year, increasing in 2005 to 45 kg/capita/year, in 2007 it had reached 47 kg/capita/year, but in 2011 it decreased to 34.55 kg/capita/year, and in 2014 it increased again to 43.33 kg/capita/year. In the period January to March 2018 the volume of Indonesian fruit exports amounted to 325,236 tons, while in the same period in 2017, the volume of Indonesian fruit exports was recorded at 306,441 tons, an increase of 6.13%. Institutional performance of supply chain partnerships in tropical fruits, both carried out through general trade patterns and contract farming has not been fully efficient. The strategy of developing export-oriented tropical fruits in the future needs to be carried out through integrated supply chain business partnership institutions. Operationally can be done by using seeds/superior clone seeds, cultivation technology based on Standard Operational Procedure (SOP) and the application of Good Agricultural Practices (GAP), the application of Good Handling Practices (GHP), and integrated supply chain business partnerships. 

Abstrak

Permasalahan pokok yang dihadapi dalam pengembangan buah tropika Indonesia adalah belum terwujudnya ragam, kuantitas, kualitas, dan kesinambungan pasokan yang sesuai dengan dinamika permintaan pasar dan preferensi konsumen. Tujuan tulisan ini adalah untuk mengkaji kinerja kelembagan kemitraan usaha buah tropika berorientasi ekspor. Metode penulisan dengan melakukan review dari berbagai studi pustaka terutama jurnal ilmiah primer serta data dan informasi terkait. Buah tropika utama Indonesia adalah mangga, nenas, papaya, dan alpukat, merupakan 75% produksi buah tropika global. Produksi buah nasional secara berturut-turut adalah  pisang sebesar 6.189.052 ton, mangga 2.376.339 ton, pepaya 906.312 ton, durian 888.130 ton, dan manggis sebesar 190.294 ton. Tingkat konsumsi buah pada tahun 2000 sudah mencapai 36 kg/kapita/tahun, meningkat pada tahun 2005 menjadi 45 kg/kapita/tahun, tahun 2007 telah mencapai 47 kg/kapita/tahun, namun pada tahun 2011 mengalami penurunan menjadi sebesar 34,55 kg/kapita/tahun, dan tahun 2014 meningkat kembali mencapai 43.33 kg/kapita/tahun. Pada periode Januari hingga Maret 2018 volume ekspor buah Indonesia sebesar 325.236 ton, sedangkan periode yang sama pada tahun 2017, volume ekspor buah Indonesia tercatat sebesar 306.441 ton atau meningkat sebesar 6,13%. Kinerja kelembagaan kemitraan usaha rantai pasok pada buah tropika baik yang dilakukan melalui pola dagang umum maupun pertanian kontrak (contract farming) belum sepenuhnya efisen. Strategi pengembangan buah tropika berorientasi ekspor ke depan perlu dilakukan melalui kelembagaan kemitraan usaha rantai pasok secara terpadu. Secara operasional dapat dilakukan dengan menggunaan bibit/benih klon unggul, teknologi budidaya yang didasarkan Standar Prosedur Operasional (SOP) dan penerapan Good Agricultural Practices (GAP), penerapan Good Handling Practices (GHP), dan kelembagaan kemitraan usaha rantai pasok secara terpadu. 


Full Text:

PDF

References


ACIAR. 2012. Membuat rantai nilai lebih berpihak pada kaum miskin. Cannbera (AU): Australian Centre for Agricultural Reasearch.

Alfauzan F, Subekti E, Awami SN. 2015. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen terhadap keputusan pembelian buah impor di Pasar Johar Kota Semarang (studi kasus buah apel fuji dan jeruk mandarin). Mediagro 11(1): 35-46.

Amir NO, Syafrial, Koestiono D. 2014. Analisis manajemen rantai pasokan (supply chain management) komoditas pisang mas kirana (kasus pada Asosiasi Petani Pisang Mas Sridonoretno, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang). Habitat 25(1): 49 – 60.

Baharsyah S. 2008. Relevansi growth with equity sebagai tema “perjuangan” PERHEPI. Dalam: Mungkinkah Petani Sejahtera? Prosiding Konperensi Nasional ke XV Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia (PERHEPI) Surakarta, 3 Agustus 2007. Bogor (ID): PERHEPI.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2003. Data sensus pertanian. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik Indonesia.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Data sensus penduduk. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik Indononesia.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2016. Statistik tanaman buah-buahan dan sayuran Indonesia. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2016. Data Susenas 2016. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik Indonesia..

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017. Statistik tanaman buah-buahan dan sayuran Indonesia. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

Collins R, Dunne TA, Murray P. 2004, Forming and managing supply chains in agribusiness: learns from others, Australian Government Department of Agriculture, Fisheries and Forestry Development, Learning CD-ROM.

Desfaryani R, Hartoyo S, Anggraeni L. 2016. Permintaan buah-buahan rumah tangga di Provinsi Lampung. J Agribisnis Indonesia 4(2): 137-148.

Deveriky D, Noer M, Mahdi. 2015. Analisis manajemen rantai pasok (supply chain mangement) buah manggis oleh kelompok tani di Kenagarian Sungai Talang Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat. J Agribisnis Kerakyatan 5(1): 22-30.

Dimyati A. 2014. Penguatan daya saing produk hortikultura. hal 99-130. Dalam: Haryono, Pasandaran E, Suradisastra K, Ariani M, Sutrisno N, Prabawati S, Yufdy MP, Hendriadi A, editors. Daya saing komoditas pertanian. Jakarta (ID): IAARD PRESS.

[Ditjenhort] Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2003. Rencana strategis pengembangan hortikultura nasional. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura.

[Ditjenhort] Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura. 2008. Membangun hortikultura berdasarkan enam pilar pengembangan. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Bina Produksi Hortikultura.

[FAO] Food and Agriculture Organization. 2009. [Internet]. [cited 2018 Agu 23]. Available from: http://www.fao.org/corp/statistics/en/.

Fizanty T, Kusnandar. 2012. Pengelolaan logistik dalam rantai pasok produk pangan segar di Indonesia. J Penelit Pos Inform.2(1): 16-33.

Gereffi G, Humphrey J, Sturgeon T, 2005. The governance of global value chains. Rev Political Econ. 12(1): 78-104.

Harland. 1996. Supply Chain Management (SCM) [Internet]. [cited 2009 Oct 10]. Available from: http://www.cosmolearning.com/-topics/supply-chain-management-scm-430/. .

Heizer J, Render B. 2006. Operations management. New Jersey (US): Pearson Education, Inc.,.

Henderson JM, Quandt RE.1980. Microeconomic theory a mathematical approach. London (GB): McGraw Hill International Books Company.

Hermanto C, Indriani NLP, Hadiati S. 2013. Keragaman dan kekayaan buah tropika nusantara. Jakarta (ID): IAARD PRESS.

Basith A. 2018. Permintaan banyak ekspor buah tropis, semakin segar [Internet]. [diunduh 2018 Agu 23]. Tersedia dari: https://industri.kontan.co.id/news/permintaan-banyak-ekspor-buah-tropis-semakin-segar.

Ilham N, Saptana, Purwoto A, Supriyatna Y, Nurasa T. 2015. Kajian pengembangan industri peternakan mendukung peningkatan produksi daging. Laporan Penelitian Tahun Anggaran 2015. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Kaplinsky R, Morris M. 2001. A Handbook for value chain research. Brighton (GB): Institute of Development Studies, University of Sussex.

Kastaman R. 2007. Laporan penelitian analisis sistem dan strategi pengembangan futuristik pasar komoditas manggis Indonesia. Bandung (ID): Universitas Padjadjaran.

Koutsoyannis A.1979. Modern microeconomics. London (GB): Second Edition.The Macmillan Press LTD.London.

Krisnamurthi B. 2009. Pengembangan agribisnis buah di Indonesia. Dalam: Bunga Rampai Agribisnis: Seri Pemasaran. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Krisnohadi A, Riduansyah. 2015. Analisis pengembangan kawasan hortikultura dengan aplikasi sistem informasi geografis dan analythical hierarchy process (AHP). J Pedon Tropika 1(1): 37-47.

Ling Li. 2007. Supply chain management: concep, techiniques and pratices enhancing value through collaboration. Singapore (SG): World Scientific Publishing. Co.Pte. Lted.

Lokollo EM. 2012. Supplpy chain management (SCM) atau manajemen rantai pasok. Dalam: Lokollo EM, editor. Bungai rampai rantai pasok komoditas pertanian Indonesia. Bogor (ID): IPB Press.

Marimin, Maghfiroh N. 2013. Teknik dan analisis pengambilan keputusan fuzzy dalam manajemen rantai pasok. Bogor (ID): IPB Press.

Poerwanto R. 2003. Peran managemen budi daya tanaman dalam peningkatan ketersediaan dan mutu buah-buahan. Orasi Ilmiah Guru Besar Ilmu Hortikultura, IPB, 13 September 2003. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Prihatiningtyas R, Setiawan A, Wijaya NH. 2015. Analisis peningkatan kualitas pada rantai pasok buah pepaya calina. J Manaj Organisasi 6(3): 206 - 224.

Priya PM, Sangeetha B, Kumaran VV. 2011. Securing supply chain mangement system using RFID. International J Computer Sci Technol, 2(2): 52-57.

Puspitasari, Prabawati S. 2014. Peluang-peluang memperkuat daya saing hortikultura nasional dalam kerangka Asean-China free trade agreement (AFTA). Dalam: Haryono, Pasandaran E, Suradisastra K, Ariani M, Sutrisno N, Prabawati S, Yufdy MP, Hendriadi A, editors. Memperkuat daya saing produk pertanian. Jakarta: IAARD PRESS. hlm 459-480.

Putra ASI, Priandari Y, Yuniaristanto. 2016. Analisis ketelusuran rantai pasok hortikultura berorientasi ekspor dengan metode SCOR (studi kasus). Makalah dalam Seminar Nasional IENACO – 2016.

Rais M, Sheoran A. 2015. Scope of supply chain management in fruits and vegetables in India. J Food Process Technol. 6(3): 1-7.

Rahman HPS. 1997. Aspek permintaan, penawaran dan tata niaga hortikultura di Indonesia. Forum Penelit Agro Ekon.15(1 & 2): 44-56.

Roekel JV, Willems S & Boselie DM. 2002, Agri-supply chain management: to stimulate cross border trade in developing countries and emerging economies [Internet]. [cited 2005 Jul 11]. Tersedia dari: http://lnweb18. worldbank.org/ESSD/ardext.nsf/11ByDoc Name/Agri-Supply-Chain Management To Stimulate CrossBorder Tradein Developing Countries/$FILE/AgriSupplyCha inMang_finalversion.pdf.

Samuelson P.A. dan W.D. Nordhaus. 1993. Mikro-ekonomi. Edisi Keempat Belas. Jakarta (ID): Erlangga.

Saptana, Hastuti EL, Ashari, Indraningsih KS, Friyatno S, Sunarsih, Darwis V. 2005. Analisis kelembagaan kemitraan pada komoditas hortikultura. Bogor (ID): Pusat Analisis Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Saptana. 2012. Manajemen rantai pasok (supply chain management) komoditas melon dan semangka. Dalam: Lokollo EM, editor. Bunga rampai rantai pasok komoditas pertanian Indonesia. Bogor (ID): IPB Press.

Saptana, Daryanto A. 2013. Dinamika kemitraan usaha agribisnis berdaya saing dan berkelanjutan. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Saptana, HPS Rahman. 2015. Tinjauan konseptual makro-mikro pemasaran dan implikasinya bagi pembangunan pertanian. Forum Penelit Agro Ekon. 33(1): 15: 45 – 63.

Saptana, Ilham N. 2017. Manajemen rantai pasok komoditas ternak dan daging sapi. Anal Kebijak Pertan. 15(1): 83-98.

Sari ARP, Setiawan BM, Ekowati T. 2018. Analisis rantai pasok komoditas nanas madu di Kabupaten Pemalang. J Sungkai. 6(1): 110-124.

Siregar H. 2009. Bahaya rendahnya harga komoditas pertanian. Dalam: Makro – mikro pembangunan (kumpulan makalah dan esai). Bogor (ID): IPB Press..

Siregar H, Daryanto A. 2009. Perkembangan dan diversifikasi ekspor Indonesia, Dalam: Makro – mikro pembangunan (kumpulan makalah dan esai). Bogor (ID): IPB Press

Slamet AS. 2014. Analisis nilai tambah dan penentuan metrik pengukuran kinerja rantai pasok pepaya calina (studi kasus di PT Sewu Segar Nusantara). J Manaj Organisasi. 5(1): 72-89.

Sudiyarto. 2007. Faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen buah impor di Kota

Surabaya. Surabaya (ID): Universitas Pembangunan Nasional.

Sukarman, Susilowati G, 2004. Hortikultura Th. 2003. (Horticulture year book). Jakarta (ID): Direktorat Jendral Bina Produksi Hortikultura.

Sulistyowati L, Syamsiah N, Azisah SN. 2015. Kajian rantai pasok mangga ke pasar ekspor dan kolaborasi diantara pelaku kemitraan (suatu kasus Kabupaten Cirebon). Bandung (ID): Universitas Padjadjaran.

Sumarno 2004. Potensi dan peluang usaha agribisnis buah tropika dalam era pasar bebas. Dalam: Roesmijanto, Djauhari A, Yuniastuti S, Hardianto R, Prahardini PER, editors. Prospek subsektor pertanian menghadapi era AFTA. Prosiding Seminar. Jakarta (ID): Badan Litbang Pertanian. hlm 1-14.

Sumarno. 2014. Peningkatan daya saing produk hortikultura (buah) dari petani skala kecil. Dalam: Haryono, Pasandaran E, Suradisastra K, Ariani M, Sutrisno N, Prabawati S, Yufdy MP, Hendriadi A, editors. Memperkuat daya saing produk pertanian. Jakarta (ID): IAARD PRESS.

Tarigan RJ, Darmawan DP, Putra IGSA, 2013. Manajemen rantai nilai jeruk madu di Desa Barus Jahe Kecamatan Barus Jahe Kabupaten Karo Sumatra Utara. E-J Agribisnis dan Agrowisata. 2(4): 247 – 256.

Wagiono YK, M Firdaus. 2009. Bauran pemasaran untuk peningkatan daya saing buah nasional. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Wulan AJ. Buah manggis (Garcinia mangostana L.) sebagai alternatif pelindung memori. Dalam: Prosiding Seminar Presentasi Artikel Ilmiah Dies Natalis FK Unila ke 13 Bandar Lampung, Oktober 2015. Bandar Lampung (ID): Universitas Lampung. hlm. 58-63.

Yuliastuti ER, Dwiastuti R, Hanani NI. 2014. Analisis dinamis permintaan buah-buahan di Indonesia: pendekatan model Error Correction-Linear Approximation Almost Ideal Demand System. AGRISE 14(3): 238.

Yuniaristanto 2010. Perancangan prototipe sistem perparkiran di Universitas Sebelas

Maret dengan menggunakan teknologi RFID. Performa. 9(1): 64-74.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v36n1.2018.45-61

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Forum penelitian Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Website design


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.