Pemanfaatan Teknologi Pascapanen untuk Pengembangan Agroindustri Perdesaan di Indonesia

Akmadi Abbas, Rita Nur Suhaeti

Abstract


English
Postharvest handling application is one of the ways to increase agricultural commodity’s added value.  In addition, it also can reduce agricultural yield loss. Technology application is started with dissemination and socialization activity and then followed by technology adoption.  The process of dissemination and adoption of the introduced technologies is a crucial part of the efforts to apply technology at the end user’s level. Various influencing factors on the process of dissemination and adoption are associated with the technology, dissemination process, and technology beneficiaries. This paper describes an analysis of post-harvest technology transfer process mainly for food crops and estate crops, and community development in various regions of Indonesia.  A concept of zero waste development policy is enhanced in the process of disseminating postharvest technology toward development of rural agro-industry.  With that action, it is expected that farmers' income and agricultural commodity competitiveness could be improved.


Indonesian
Penerapan teknologi pascapanen merupakan salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian. Selain itu, aplikasi teknologi pascapanen juga dapat menekan kehilangan hasil panen. Penerapan teknologi diawali dengan diseminasi teknologi, selanjutnya terjadi adopsi teknologi. Proses diseminasi dan adopsi teknologi ini merupakan bagian penting dalam pemanfaatan teknologi bagi pengguna. Berbagai faktor yang berpengaruh dalam proses diseminasi dan adopsi teknologi terkait dengan teknologi, proses diseminasi, dan penerima manfaat teknologi tersebut.  Tulisan ini mendeskripsikan proses alih teknologi pascapanen produk tanaman pangan dan tanaman perkebunan serta pemberdayaan masyarakat pengguna teknologi pascapanen di berbagai daerah di Indonesia. Dalam proses mendiseminasikan teknologi pascapanen menuju pengembangan agroindustri di perdesaan dikembangkan konsep kebijakan yang diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani dan daya saing komoditas pertanian.

Keywords


estate crops; food crops; postharvest technology; rural agro-industry; technology transfer; agroindustri perdesaan; alih teknologi; tanaman pangan; tanaman perkebunan; teknologi pascapanen

Full Text:

PDF

References


Abbas A. 2010. Perencanaan spin off hasil penelitian dan pengembangan sari suah di B2PTTG. Dalam: Pramono WB, Kusumadewi S, Komariah, Mastur M, Prayudi Y, Yuwono T, Adi AN, editors. Pengembangan teknologi berbasis green technology. Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2010; 2010 Des 11; Yogyakarta, Indonesia. Indonesia (ID): Universitas Islam Indonesia. hlm. A1-A6. ISBN: 978-979-96964-7-2

Abbas A. 2010. Model dinamik proses adopsi teknologi pascapanen padi spesifik wilayah Jawa Barat [Disertasi]. [Bandung (ID)]: Universitas Padjadjaran.

Abbas A, Ariesusanti L. 2006. Peluang pengembangan kakao dan produk olahannya dalam upaya pemulihan ekonomi, masyarakat Kabupaten Poso: dinamika sosial dan pembangunan di Kabupaten Poso. Jakarta (ID): LIPI Press.

Abbas A, Hidajat EW. 2008. Pengembangan agroindustri unggulan daerah Kabupaten Belu: pengembangan wilayah perbatasan NTT melalui penerapan teknologi. Jakarta (ID): LIPI Press.

Abbas A, Siregar MTR. 2008. Lesson learned from research getting profit of fruit handling and processing activities. Paper presented In Technology Exhibition and Business Matching on Turning Technology Innovation into Profit. SIRIM-WAITRO International Conference; 2008 Aug 12-14; Selangor, Malaysia. Selangor (MY): SIRIM-WAITRO

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2008. Laporan survei susut panen dan pascapanen gabah/beras tahun 2005, 2006, dan 2007. Jakarta (ID): Kerja sama BPS, Pusdatin, Ditjen Tanaman Pangan, dan Badan Litbang Pertanian.

Benfica R, Tschirley D, Sambo L. 2002. Agro-industry and smallholder agriculture: institutional arrangement and rural poverty reduction in Mozambique. Research Paper Series No. 51 E. Maputo (MZ): Directorate Ministry of Agriculture and Rural.

da Silva CA, Baker D, Shepherd AW, Jenane C and -da-Cruz SM. 2009. Agro-industries for Development. Rome (IT): CAB International in collaboration with Food and Agricultural Organization. ISBN: 978-1-84593-4.

[Ditjen Perkebunan] Direktorat Jenderal Perkebunan. 2012. Kebijakan pengembangan komoditas perkebunan strategis. Disampaikan pada rapat kerja akselerasi industrialisasi dalam rangka mendukung percepatan dan pembangunan ekonomi yang diselenggarakan oleh Kementan; 2012 Feb 1; Jakarta, Indonesia.

Gandhi V, Kumar G, Marsh R. 2001. Agroindustry for rural and small farmer development: issues and lessons from India. Int Food Agribus Manage Rev. 2(3/4):331-344.

Dyah S, Saparita, R, Abbas A, Mulyadi D, Hidajat EW. 2011. Inovasi dan kemiskinan. Subang (ID): B2PTTG LIPI.

Instruksi Presiden Republik Indonesia nomor 3 tahun 2001 tentang penerapan dan pengembangan teknologi tepat guna. Jakarta (ID): Sekretariat Kabinet RI.

Kamel B. 2012. Reasons for resistance to change in the national company for the distribution of electricity and gas. Int J Manage Strategy. 3(5):1-10.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2005. Rumusan musyawarah perencanaan pembangunan pertanian 2006. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2013. Pertanian bioindustri berkelanjutan, solusi pembangunan Indonesia masa depan. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

Latif MA, Rahman MH, Ehsan MA. 2015. Agro-industrial development and sustainability in Bangladesh: a study. Int J Agric Res Innov Tech. 5(2): 37-43. ISSN: 2224-0616.

Mundlak Y, Larson DF, Butzer R. 2002. Determinants of agricultural growth in Indonesia, the Philippines and Thailand. World Bank Policy Research Working Paper 2803. Washington DC (US): The World Bank.

Nugraha S, Thahir R, Sudaryono. 2007. Keragaan kehilangan hasil pascapanen padi pada 3 (tiga) agroekosistem. Bul Teknol Pascapanen Pertan. 3(1):42-49.

Nugraha S. 2012. Inovasi teknologi pascapanen untuk mengurangi susut hasil dan memperta-hankan mutu gabah/beras di tingkat petani. Bul Teknol Pascapanen Pertan. 8(1):48-61.

Olaoye OA. 2014. Potentials of the agro industry towards achieving food security in Nigeria and Other Sub-Saharan African Countries. J Food Secur. 2(1):33-41 Available online at http://pubs.sciepub.com/jfs/2/1/5. doi: 10.12691/jfs -2-1-5.

Ostertag C, Lundy M, Gottret M, Ferris S. 2007. Identifying market opportunities for rural smallholder producers. Bogota (CB): International Center for Tropical Agriculture (CIAT/Centro Internacional de Agricultura Tropical).

Peraturan Menteri Pertanian nomor: 03/Kpts/Hk.060/1/2005 tentang pedoman penyiapan dan penerapan teknologi pertanian. 2005. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian RI.

Rizky C. 2011. Peranan koperasi unit desa (KUD) dalam pengembangan usaha ternak sapi perah: studi kasus peternakan sapi perah KUD Mandiri Kecamatan Cisurupan Kabupaten Garut [Skripsi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Reardon T, Berdegue J, Escobar G. 2001. Rural nonfarm employment and incomes in Latin America: overview and policy implications. World Dev. 29(3):385-409.

Saparita R, Abbas A. 2009. Inovasi masyarakat di Kabupaten Lombok Tengah. Prosiding Lokakarya Grasssroot Innovation, Mendayagunakan Inovasi Masyarakat untuk Membangun Kemandirian Bangsa; 2009 Des 8; Bandung, Indonesia. Jakarta (ID): LIPI Press. hlm. C06-1–C06-13.

Saparita R, Abbas A. 2011. Model implementasi teknologi dalam mengelola sumber daya alam di wilayah perbatasan Malinau dengan pendekatan sistem dynamics. J Ekon Pembang. XIX(1):103-121.

Saparita R, Dyah S, Abbas A. 2012. Pola penyebaran dan pemanfaatan teknologi dalam menanggulangi kemiskinan penduduk di Kabupaten Subang Warta Kebijak Iptek Manaj Litbang. 10(1):39-48.

Saparita R, Dyah S, Abbas A, Hidajat EW. 2013. penanggulangan kemiskinan dalam perspektif sistem inovasi. Bandung (ID): MQS.

Setyono A, Nugraha S, Sutrisno. 2009. Prinsip penanganan pascapanen. Dalam: Suyamto, Widiarta IN, Satoto, editors. Padi: inovasi teknologi dan ketahanan pangan. Subang (ID): BB Padi. hlm. 471-492.

Simatupang P, Purwoto A. 1990. Pengembangan agroindustri sebagai penggerak pembangunan desa. Dalam: Simatupang P, Pasandaran E, Kasryno F, Zulham A, editors. Faktor penunjang pembangunan pertanian di Indonesia. Bogor (ID): Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian. hlm. 1-20.

Sudaryanto T, Rusastra IW. 2006. Kebijakan strategis usaha pertanian dalam rangka peningkatan produksi dan pengentasan kemiskinan. J Penel Pengemb Pertan. 25(4):115-122.

Suhaeti RN, Abbas A. 2010. Peran penguatan inovasi teknologi dalam pengembangan usaha kecil dan mikro. Dalam: Pramono WB, Kusumadewi S, Komariah, Mastur M, Prayudi Y, Yuwono T, Adi AN, editors. Pengembangan teknologi berbasis green technology. Prosiding Seminar Nasional Teknoin 2010; 2010 Des 11; Yogyakarta, Indonesia. Yogyakarta (ID): Universitas Islam Indonesia. hlm. B-23-B-27. ISBN: 978-979-96964-7-2.

Sumarno M. 2010. Tingkat adopsi teknologi pengusaha sentra industri kecil kerajinan gerabah Kasongan Kabupaten Bantul. J Manaj Kewirausahaan. 12(1):1-10.

Tjondronegoro SM. 2013. An agricultural develop-ment legacy unrealised by five presidents, 1966–2014. Masy Indones. 39(2):379-395.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 18 tahun 2002 tentang sistem nasional penelitian, pengembangan, dan penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. 2002. Jakarta (ID): Sekretariat Kabinet RI.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 16 tahun 2006 tentang sistem penyuluhan pertanian, perikanan, dan kehutanan. 2006. Jakarta (ID): Kementerian Sekretariat Negara RI.

Undang-Undang Republik Indonesia nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. 2014. Jakarta (ID): Kementerian Sekretariat Negara RI.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v34n1.2016.21-34

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Forum penelitian Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Website design


Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.