Membangun Agribisnis Hortikultura Terintegrasi dengan Basis Kawasan Pasar

Bambang Irawan

Abstract


Secara umum,agribisnis hortikultura khususnya sayur-sayuran dicirikan oleh empat kondisi: (1) petani memproduksi untuk orientasi pasar; (2) wilayah produksi terkonsentrasi pada kabupaten-kabupaten atau kecamatan-kecamatan tertentu;(3) fluktuasi harga produksi yang tinggi disebabkan ketidaksinkronan suplay antar wilayah produksi;dan (4)struktur agribisnis yang tersekat-sekat,yang tampak dari hubungan kelembagaan yang lemah antar komponen agribisnisnya. Dalam kondisi demikian,pengembangan agribisnis hortikulturaharus dilakukan dengan mengimplementasikan suatu pendekatan sistem berbagai upaya untuk meningkatkan daya saingnya. Dalam konteks ini dibutuhkan dua hal : (1) meningkatkan integrasi vertikal agribisnis melalui pengembangan kemitraan bisnis antara pedagang input-petani-padagang output, serta (2) meningkatkan integrasi secara regional antar produsen pada wilayah-wilayah yang memiliki tujuan pasar yang sama. Kedua usaha tersebut berguna untuk meningkatkan efisiensi alokasi sumberdaya dari masing-masing wilayah sentra produksi. Dalam kaitan ini,perlu dikembangkan peranan kelompok-kelompok kepentingan (stakeholders) sebagai pengendali suplay antar wilayah sentra produksi.

Keywords


hortikultura, daya saing, agribisnis terpadu, integrasi vertikal, integrasi regional

Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Hit Counter
Visitors CounterWebsite design