Hilirisasi Kelapa Sawit: Kinerja, Kendala, dan Prospek

Delima Hasri Azahari

Abstract


Palm oil is one of the main commodities in Indonesia’s economy as it plays an important role in export market of the non-oil and gas sector. Palm oil industry at farm level deals with lack of replanting, low yield, low quality, and undeveloped downstream industry. Indonesia is relatively potential to develop the palm oil downstream industry given the existing market. Global palm oil demand keeps increasing despite negative campaigns against crude palm oil (CPO) and its derivative products. Land availability, labor supply and cultivation technology are supportive. This paper discusses and evaluates national palm oil performance, especially opportunities and challenges in creating value added to this industry. There are four main challenges, i.e. limited infrastructure and financing, lack of access to local authorities, land use conflict, and environment pressure. The government needs to implement policy priority on palm oil downstream industry which is more competitive, integrated, and sustainable.

 

Abstrak

Komoditas kelapa sawit merupakan salah satu komoditas andalan perekonomian nasional dan sebagai penghasil devisa negara terbesar di sektor nonmigas. Permasalahan yang dihadapi industri kelapa sawit pada tingkat usaha tani adalah terbatasnya investasi untuk peremajaan, rendahnya produktivitas dan kualitas hasil, dan belum berkembungnya industri hilir secara maksimal sehingga produk-produk turunan kelapa sawit masih terbatas. Sementara itu, Indonesia masih memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui industri pengolahan turunan kelapa sawit jika dilihat dari sisi permintaan pasar maupun penawarannya. Dari sisi permintaan, permintaan kelapa sawit global terus meningkat walalupun dalam kondisi adanya kampanye negatif (black campaign) terhadap produk minyak sawit atau CPO (Crude Palm Oil) dan produk-produk turunannya. Dari sisi penawaran, ketersediaan lahan, tenaga kerja dan teknologi budi daya sangat menudukung. Tulisan ini membahas dan mengevaluasi kinerja industri sawit nasional, khususnya bagaimana peluang dan kendala penciptaan nilai tambah industri sawit. Tulisan ini menekankan empat kendala utama dalam pemanfaatan peluang tersebut, yaitu keterbatasan infrastruktur dan sumber pendanaan, akses otonomi daerah, konflik lahan, dan tekanan isu lingkungan. Dalam hal ini, pemerintah dituntut untuk dapat menerapkan berbagai kebijakan yang memprioritaskan pada hilirisasi kelapa sawit dengan pendekatan klaster/kawasan guna membangun struktur industri kelapa sawit yang berdaya saing, terpadu dan berkelanjutan. 


Keywords


palm oil; downstream; performance; constraints; prospects; minyak sawit; hilirisasi; kinerja; kendala; prospek

Full Text:

PDF

References


Afifuddin S, Kusuma SI. 2007. Analisis struktur pasar CPO: pengaruhnya terhadap pengembangan ekonomi wilayah Sumatera Utara. Jurnal Perencanaan dan Pengembangan Wilayah, Vol. 2 No 3, 2007.

Ahmed, R. and Donovan, C. 1992. Issues of infrastructural development: a synthesis of the literature. Washington D.C (US): International Food Policy Research Institute.

Antle JM. 1983. Infrastructure and agregate agricultural productivity : international evidence. Economic Development and Cultural Change, 31 (April):609-619.

Berte A. 2013. Challenge and opportunities of palm oilIndustry in cote d’ivoire, West Africa. AIPH ExecutiveSecretary (Association Interprofessionelle de la Filiere Palmier a Huile), POIDeC 2013, Hotel Grand Melia Jakarta, 16 Oktober 2013.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2013. Statistik Indonesia

Depperin. 2009. Hilirisasi Kelapa Sawit. https://www.academia.edu>Hilisasi_Kelapa_Sawit

Dharsono D. 2013. Kebutuhan Riset Untuk Industri Minyak Sawit. POIDeC 2013, Hotel Grand Melia Jakarta, Jakarta, 17 Oktober 2013.

Djamhari. 2004. Industri dan Perkebunan Kelapa Sawit Juga memiliki Petani yang cukup strategis antar wilayah, antar sektor, bahkan antar komoditas.

Didu. 2003. Dampak Pengembangan Produk Turunan Minyak Sawit. https://www.researchgate.net /publication> 313932135

Dou H. 2009. Palm oil strategy-general and consideration and strategic patent analysis-Asia Pacific. Journal of Innovation and Enterpreneurship Vol. 2 page2 75-93.

[Ditjenbun] Direktorat Jenderal Perkebunan. 2017. Statistik perkebunan kelapa sawit. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Perkebunan.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kemendag. 2013. Pasar global dan pengembangan perdagangan minyak sawit Indonesia”. POIDeC, Hotel Grand Melia Jakarta, Jakarta, 16 Oktober 2013.

Ernawati, Fatimah, Arshad M, Samsudin MN, Mohamed ZA. 2006. AFTA and its implication to the export demand Of Indonesian palm oil. Jurnal Agro Ekonomi, Volume 24 No.2, Oktober 2006 : 115-132.

Friyatno S, Saptana. 2017. Kinerja agribisnis komoditas pertanian: kemampuan penciptaan output, nilai tambah dan keterkaitan antar sektor (analisis komparasi io tahun 2005 dan 2010). J Manajemen & Agribisnis. 14(3): 250-263.

Gibson J, Olivia S. 2008. The effect of infrastructure access and quality on nonfarm enterprises in rural Indonesia. Working Paper in Economics 17/08. Hamilton (NZ): Department of Economics, University of Waikato.

Gumbira-Sai’d, E dan G.C. Dewi. 2004. Bisnis Indonesia dan Tantangan Perdagangan Global 2005. Agrimedia 9(2): 16 - 21.

Gumbira-Said E. 2007. Prospek dan Tantangan Agribisnis dalam Pasar Global. Makalah disampaikan pada Manager Conference Minamas Plantation. Hotel Ritz Carlton, Jakarta. 27 Oktober 2007.

Hanawi H. 2013. Kisah Sukses dan Harapan Pelaku IHKS dalam rangka Pengembangan Teknopolitan IHKS di Koridor Ekonomi Sumatera. Forum Diskusi Terbatas. Serpong (ID): Pusat Pengkajian Kebijakan Difusi Teknologi, Kedeputian Pengkajian Kebijakan Teknologi, Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi.

Hartono D. Irawan T, Irawan F. 2010. Infrastructure improvement and its impact on Indonesian economic performance. Working Paper in Economics and Development Studies No. 201008, December 2010. Bandung (ID): Center for Economics and Development Studies, Department of Economics, Padjadjaran University.

Hartoyo, S. 1994. Pengaruh infrastruktur terhadap penawaran tanaman pangan di Jawa: Pendekatan Multi-Input Multi-Output. [Disertasi]. Bogor: Institut Pertanian Bogor.

Hayami Y, Kawagoe T, Morooka Y, Siregar M. 1987. Agricultural marketing and processing in upland Java. A perspective from a Sunda village. Bogor (ID): The CPGRT Centre.

[ICN] Indonesia Commercial Newsletter. 2009. Laporan Market Intelegence Industri Palm Oil di Indonesia, Indonesia Commercial Newsletter, November, 2009. Jakarta (ID): PT Data Consult

[INDEF] . 2007. Strategi Pengembangan Industri Hilir Kelapa Sawit. www.worldcat.org

[JBIC] Japan Bank for International Cooperation. 2007. Impact of irrigation infrastructure development on dynamics of incomes and poverty: econometric evidence using panel data from Pakistan. Research Paper No.33. Japan Bank for International Cooperation.

Kasim, Musliar, 2013. Penyiapan SDM dan IPTEK mendukung Industri Minyak sawit. Makalah disampaikan pada POIDEC, 2013

[Kementan] Kementerian Pertanian. 2017. Kinerja 2016 dan program pembangunan pertanian 2017. Kepala Biro Perencanaan. Disampaikan pada Rapat Kerja Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Bogor, 18 Januari 2017.

Kementerian Perindustrian. 2011. https/ Kemenperin go.id, artikel “ Genjot Produksi Industi Olahan Kelapa Sawit.

Miranti. 2010. Prospek Pengembangan Kelapa Sawit

Parr JF, Stewart BA, Homock SB dan Pramono RPS, Setiani C. 2001. Improving the sustainability of dryland farming system : a global perspective. In Singh RP Parr JF, Stewart BA, editors. Dryland Agriculture : Strategics for Sustainability. Advance in Soil Science. Vol 3 New York.

Plummer. 2005. Oil Palm. Achievement and Potention

Porter. M. E. 1990. The competitiveness of nations, New York (US): The Free Press.

Pusdatin.Kementan 2017. Outlook Kelapa Sawit, Publikasi Kementerian Pertanian

Rai. 2010. Agribisnis Development and Palm Oil Sector in Indonesia , Meiji Gakuin University

Rifai N. Y Syaukat, H Siregar, E Gumbira-Sa’id. 2014. Dampak pengembangan produk turunan minyak sawit terhadap peningkatan ekspor produk minyak sawit ke pasar Amerika Serikat. Jurnal Agro Ekonomi. Volume 32 No. 2, Oktober 2014: 107-125.

Rizqiah F dan Setiawan A. 2014. Analisis nilai tambah dan penentuan metrik Pengukuran Kinerja Rantai Pasok Pepaya Calina (Studi Kasus di PT Sewu Segar Nusantara). Jurnal Manajemen dan Organisasi Vol V, No 1, April 2014, hal: 72-89.

Saptana dan A. Daryanto. 2013. Dinamika Kemitraan Usaha Agribisnis Berdayasaing dan Berkelanjutan. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian.

Saptana, H P S Rahman. 2015. Tinjauan Konseptual Makro-Mikro Pemasaran dan Implikasinya Bagi Pembangunan Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomo, Volume 33, No. 2, Desember 2015, hal 127-148.

Simatupang P, Muharminto A, Purwoto A, Syam GS, Hardono, Indraningsih KS, Jamal E, dan Elizabeth R. 1998. Koordinasi vertikal sebagai strategi untuk meningkatkan daya saing dan pendapatan dalam era globalisasi ekonomi (kasus agribisnis kopi). Bogor (ID): Pusat Penelitian Sosial Ekonomi Pertanian.

Statista. 2018. European Environment Agency

Sumarwan. 2008. Manajemen Agribisnis Kelapa Sawit, UGM Press, ugm.ac.id

Susila, IW. 2005. Peluang pengembangan kelapa sawit di Indonesia: perspektif jangka panjang 2025. Bogor (ID): Lembaga Riset Perkebunan Indonesia.

Susila, W.R. dan E. Munadi. 2008. Dampak pengembangan biodiesel berbasis CPO terhadap kemiskinan di Indonesia. Jurnal Informatika Pertanian 17(2): 1173-1194.

Supriyati dan E. Suryani. 2006. Peranan, peluang, dan kendala pengembangan agroindustri di Indonesia. Forum Penelitian Agro Ekonomi. Volume 24 No. 2, Desember 2006 : 92 - 106

Suryani E. 2014. Dampak infrastruktur terhadap penawaran output dan permintaan input pada komoditas tanaman pangan di Indonesia : Pendekatan Multi Input-Multi Output. [Disertasi] Bogor (ID): Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor.

Syaukat, Y. . 2010. The Impact of Export Tax Policy on the Indonesian Crude Palm Oil Industry. Researchgate.net/publication/228461400

Taher, S. et. al. 2000. Hand book of Indonesian estate crops business. Jakarta (ID): Media Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebunan.

Tan CH, Ghazali HM, Kuntom A, Tan CP, Ariffin AA. Extraction and physicochemical properties of low free fatty acid crude palm oil. Food Chemistry. 113(2):645-650.

Widjaja FO, Bangun D, Sinaga SM. 2013. Peluang dan Tantangan Industri Minyak Sawit Indonesia. Jakarta (ID): Palm Oil Industry Development Conference.

Wigena, I.G.P., H. Siregar, Sudradjat, dan S.R.P. Sitorus. 2009. Desain model pengelolaan kebun kelapa sawit plasma berkelanjutan berbasis pendekatan sistem dinamis. Jurnal Agro Ekonomi 27(1): 81 -108.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/fae.v36n2.2018.81-95

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Forum penelitian Agro Ekonomi

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian
Kementerian Pertanian

Lt. III Gedung A. Kampus Penelitian Cimanggu
Jl. Tentara Pelajar No.3B, Kota Bogor-16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks.  (0251) 8314496
E-mail   : faepsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id

Website design


       

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.