STRUKTUR DAN KOMPOSISI GULMA PADA TANAMAN LADA YANG BERPERAN UNTUK MENGONSERVASI SERANGGA PARASITOID

NFN Rismayani, Andriana Kartikawati

Abstract


 

Serangga dan gulma memiliki keterkaitan yang erat pada ekosistem pertanaman lada. Beberapa jenis gulma berperan sebagai inang alternatif. Penelitian bertujuan untuk mengetahui komposisi dan struktur gulma pada pertanaman lada, serta peranannya terhadap serangga parasitoid. Penelitian dilakukan di areal pertanaman lada di KP Sukamulya, Sukabumi, Jawa Barat. Penelitian berlangsung sejak Maret sampai Mei 2015. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuadrat dan peletakan plot dilakukan secara sengaja (purposive sampling), ukuran plot 3 m x 3 m, dan lima ulangan. Parameter yang diamati adalah jenis dan jumlah individu masing-masing gulma, dominansi, bobot segar dan kering. Untuk mengetahui banyaknya jumlah populasi gulma dalam satu petak menggunakan rumus Indeks Nilai Penting (INP). Faktor lingkungan yang diukur meliputi kelembapan udara dan tanah, suhu udara dan tanah, serta kemasaman tanah. Serangga yang berhasil dikoleksi pada setiap plot pengamatan diidentifikasi dan dikelompokkan berdasarkan peranannya di ekosistem pertanaman lada. Ditemukan komposisi dan struktur gulma yang beragam dan berperan penting terhadap serangga parasitoid Anastatus dasyni di pertanaman lada KP. Sukamulya, Sukabumi, Jawa Barat. Ketiga spesies gulma yang berperan yaitu Ageratum conyzoides, Asystasia intrusa dan Paspalum conjugatum. Tingkat dominansi ketiga gulma tersebut masing-masing adalah 9,75%; 9,98% dan 8,83%. Serangga Grion dasyni dan A. dasyni merupakan serangga yang berperan sebagai parasit telur hama pengisap buah lada (Dasynus piperis). Pengendalian gulma dilakukan secara selektif hanya pada areal di sekeliling lingkar batang tanaman lada.  Hal ini dimaksudkan karena banyak gulma yang berperan dalam mengonservasi serangga parasitoid.



Keywords


Anastatus dasyni; Dasynus piperis; Piper nigrum; hama

Full Text:

PDF

References


Andersen, A.N., Hoffmann, B.D., Muller, W.J. & Griffiths, A.D. (2002) Using Ants as Bioindicators in Land Management: Simplifying Assessment of Ant Community Responses. Journal of Applied Ecology. 39 (1), 8–17. doi:10.1046/j.1365-2664.2002.00704.x.

Asikin, S. (2014) Serangga dan Serangga Musuh Alami yang Berasosiasi pada Tumbuhan Liar Dominan di Lahan Rawa Pasang Surut.In: Yasin,M. et al. (eds.) Inovasi Teknologi Pertanian Spesifik Lokasi. Banjarbaru, Badan Litbang Pertanian, pp.385–394.

Erawati, N. & Kahono, S.I.H. (2010) Keanekaragaman dan Kelimpahan Belalang dan Kerabatnya (Orthoptera) pada Dua Ekosistem Pegunungan di Taman Nasional Gunung Halimun-Salak. Jurnal Entomologi Indonesia. 7 (2), 100–115.

Fachrul, M.F. (2007) Metode Sampling Bioekologi. Jakarta, Bumi Aksara.

Garrity, D.P., Soekardi, M., Noordwijk, M., Cruz, R., Pathak, P.S., Gunasena, H.P.M., So, N., Huijun, G. & Majid, N.M. (1996) The Imperata Grasslands of Tropical Asia: Area, Distribution, and Typology. Agroforestry Systems. 36, 3–29. doi:10.1007/BF00142865.

IRRI, NRI & ICRAF (1996) Imperata Management for Smallholders: An Extensionists Guide to Rational Imperata Management for Smallholders. Indonesia Rubber Research Institute (IRRI); Natural Resources Institute (NRI); International Centre for Research in Agroforestry (ICRAF), 56p.

Kalshoven, L.G.E. & van der Laan, P.A. (1981) Pests of Crops in Indonesia. Jakarta, PT Ichtiar Baru van Hoeve.

Kartikasari, S.D., Nurhatika, S. & Muhibuddin, A. (2013) Potensi Alang-Alang (Imperata cylindrica (L.) Beauv.) dalam Produksi Etanol Menggunakan Bakteri Zymomonas mobilis. Jurnal Sains dan Seni Pomits. 2 (2), E127–E131.

Laba, I.W. & Trisawa, I.M. (2015) Pengelolaan Ekosistem untuk Pengendalian Hama Lada. Perspektif. 5 (2), 86–97.

Mabbayad, M.O., Pablico, P.P. & Moody, K. (1983) The Effect of Time and Method of Land Preparation on Weed Populations in Rice.In: Mercado,B.L. et al. (eds.) Proceedings of The Ninth Asian-Pacific Weed Science Society Conference. Manila, The National Science and Technology Authority with Philippine Tobacco Research and Training Center, pp.357–368.

Magurran, A.E. (2005) Species Abundance Distri-butions: Pattern or Process? Functional Ecology. 19 (1), 177–181.

Manohara, D., Mulya, K., Purwantara, A. & Wahyuno, D. (2004) Phytophthora capsici on Black Pepper in Indonesia.In: Drenth,A. & Guest,D.I. (eds.) Diversity and Management of Phytophthora in Southeast Asia. Canberra, Australian Centre for International Agricultural Research, pp.132–135.

Masyifah, E., Karindah, S. & Puspitarini, R.D. (2014) Asosiasi Serangga Predator dan Parasitoid dengan Beberapa Jenis Tumbuhan Liar di Ekosistem Sawah. Jurnal Hama dan Penyakit Tumbuhan. 2 (2), 9–14.

Murdiati, T.B., McSweeney, C.S., Campbell, R.S.F. & Stoltz, D.S. (1990) Prevention of Hydrolysable Tannin Toxicity in Goats Fed Clidemia hirta by Calcium Hydroxide Supplementation. Journal of Applied Toxicology. 10 (5), 325–331. doi:10.1002/jat.2550100504.

Norris, R.F. & Kogan, M. (2005) Ecology of Interactions between Weeds and Arthropods. Annual Review of Entomology. 50 (1), 479–503. doi:10.1146/annurev.ento.49.061802.123218.

Odum, E.P. (1998) Dasar-dasar Ekologi. Srigandono,B. (ed.) Universitas Gadjah Mada. Edisi III. Yogyakarta, Universitas Gadjah Mada Press.

Peters, H.A. (2005) Distributional Constraints on an Invasive Neotropical Shrub, Clidemia hirta, in A Malaysian Dipterocarp Forest. Ecotropicos. 18 (2), 65–72.

Pribadi, A. & Anggraeni, I. (2011) Jenis dan Stuktur Gulma pada Tegakan Acacia crassicarpa di Lahan Gambut (Studi Kasus pada HPHTI PT Arara Abadi, Riau). Tekno Hutan Tanaman. 4 (1), 33–40.

Rostiana, O., Haryudin, W. & Rosita (2006) Stabilitas hasil lima nomor harapan kencur. Jurnal Penelitian Tanaman Industri. 12 (4), 140–145.

Sembodo, D.R.J. (2010) Gulma dan Pengelolaannya. Yogyakarta, Graha Ilmu.

Soerianegara, I. & Indrawan, A. (2005) Ekologi Hutan Indonesia. Bogor, Jurusan Manajemen Hutan, Fakultas Kehutanan, IPB.

Southwood, T.R.E. & Henderson, P.A. (2000) Ecological Methods. Third Ed. Oxford, Blackwell Science Ltd.

Suprapto (2000) Manfaat Penggunaan Arachis pintoi terhadap Perkembangan Musuh Alami Organisme Pengganggu Utama Tanaman Lada. Workshop Nasional Pengendalian Hayati OP Tanaman Perkebunan. Bogor, Loka Pengkajian Teknologi Pertanian Natar,.12p.

Sutiya, B., Istikowati, W.T., Rahmadi, A. & Sunardi (2012) Kandungan Kimia dan Sifat Serat Alang- alang (Imperata cylindrica) sebagai Gambaran Bahan Baku Pulp dan Kertas. Bioscientiae. 9 (1), 8–19.

Tjokrowardojo, A.S., Maslahah, N. & Gusmaini (2010) Pengaruh Herbisida dan Fungi Mikoriza Arbuskula Tanaman Artemisia (Artemisia annua L.). Bul Littro. 21 (2), 103–116.

Trisawa, I.M., Rauf, A. & Kartosuwondo, U. (2007) Biologi Parasitoid Anastatus dasyni Ferr (Hymenoptera: Eupelmidae) pada Telur Dasynus piperis China (Hemiptera: Coreidae). HAYATI Journal of Biosciences. 14 (3), 81–86.

Untung, K. (2000) Pengantar Pengelolaan Hama Terpadu. Yogyakarta, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.

Yudiyanto, Y., Qayim, I., Munif, A., Setiadi, D. & Rizali, A. (2014) Keanekaragaman dan Struktur Komunitas Semut pada Perkebunan Lada di Lampung. Jurnal Entomologi Indonesia. 11 (2), 65–71. doi:10.5994/jei.11.2.65.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v28n1.2017.65-74

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id