PENGARUH POLA TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN, PRODUKSI DAN USAHATANI NILAM

Rosihan Rosman, Rudi Suryadi, Muhamad Djazuli, Agus Sudiman, NFN Setiawan

Abstract


Upaya meningkatkan produktivitas dan mendukung upaya budidaya menetap diperlukan suatu pola tanam dengan berbagai jenis tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan pola tanam nilam yang tepat dilakukan di Kebun Percobaan Cicurug sejak Mei sampai November 2011. Penelitian menggunakan rancangan petak terbagi dengan enam perlakuan dan enam ulangan. Petak utama adalah dua tingkat intensitas cahaya (naungan), yaitu tanpa naungan (intensitas cahaya 100%) dan di bawah tegakan pohon pala (intesitas cahaya sekitar 80%). Anak petak adalah tiga perlakuan pola tanam nilam yaitu nilam monokultur, nilam + jagung, nilam + kacang hijau. Ukuran petak setiap perlakuan 5 m x 6 m. Pengamatan dilakukan terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah daun, kadar minyak dan nilai PA serta nilai ekonomi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilam dapat dipola tanamkan diantara tanaman pala. Tidak terdapat interaksi antara intesitas cahaya dan pola tanam pada parameter tinggi tanaman nilam, jumlah cabang, kandungan minyak, kadar PA. Tinggi tanaman dan jumlah cabang tertinggi tanaman nilam ditunjukkan oleh intensitas cahaya 80% (94,77 cm dan 12,12 cabang) dan nilam monokultur (80,00 cm dan 13,25 cabang). Interaksi terjadi pada jumlah daun dan bobot segar terna yaitu tertinggi pada perlakuan nilam monokultur intensitas cahaya 100% yaitu 683 helai tanaman-1 dan 764,5 g tanaman-1. Kandungan minyak dan kadar PA semua perlakuan tidak menunjukkan perbedaan nyata, kadar PA semua perlakuan lebih dari 31%. Pendapatan tertinggi pada pola tanam nilam monokultur yaitu sebesar Rp. 15.290.000,- per hektar. Untuk lokasi yang telah ditanam dengan tanaman pala akan memberikan nilai tambah yang cukup besar dari hasil nilam yaitu Rp. 7.159.900,- per hektar.


Keywords


Pogostemon cablin; pola tanam; pertumbuhan; produksi; usahatani

Full Text:

PDF

References


Ajithkumar K and BK Jaya Chandrar. 2003. Influence of Shade Regimes on Yield and Quality of Ginger (Zingiber officinale Rosc). Journal of Spices and Aromatic Crops 12(1): 29-33.

Arshad M and SL Ranamukhaarachchi. 2012. Effects of Legume Type, Planting Pattern and Time of Establishment on Growth and Yield of Sweet Sorghum-Legume Intercropping. Australian Journal of Crop Science 6(8): 1265-1274.

Bhatia SP, CS Letizia and AM Api. 2008. Fragrance Material Review on Patchouli Alcohol. Food and Chemical Toxicology 46: 5255-5256.

Dariush M, M Ahad and O Meysam. 2006. Assessing the Land Equivalent Ratio (ler) of Two Corn [Zea mays L] Varieties Intercropping at Various Nitrogen Levels in Karaj, Iran. Journal of Central European Agriculture 7(2): 359-364.

Ditjenbun [Direktorat Jenderal Perkebunan]. 2013. Statistik Perkebunan Indonesia 2012-2014. Tanaman Semusim, Akar Wangi, Jarak Kepyar, Nilam, Tanaman Penghasil Serat, Seraiwangi. Hlm. 35-54.

Djazuli M. 2015. Budidaya Menetap Tanaman Nilam. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. IAARD Press. 101 hlm.

Matusso JMM, JN Mugwe and MM Muna. 2014. Effect of Different Maize (Zea mays L.)-Soybean (Glycine max (L.) Merrill) Intercropping Patterns on Yields, Light Interception and Leaf Area Index in Embu West and Tigania East Sub Counties. Abstract. Academic Research Journal of Agricultural Science and Research 2(2): 6-21.

Morales-Rosales EJ and O Franco-Mora. 2009. Biomass, Yield and Land Equivalent Ratio of Helianthus annus l. in Sole Crop and Intercropped with Phaseolus vulgaris l. In High Valleys of Mexico. Tropical and Subtropical Agroecosystems 10: 431-439.

Oljaca S, R Cvetkovic, D Kovacevic, G Vasic and N Momirovic. 2000. Effect of Plant Arrangement Pattern and Irrigation on Efficiency of Maize (Zea mays) and Bean (Phaseolus vulgaris) Intercropping System. Journal of Agricultural Science, Cambridge 135: 261-270.

Prakosa Rao EVS, Ganesha Rao, M Nurayani and S Rames. 1997. Influence of Shade on Yield and Quality of Patchouli. Ind. Perf 41: 164-166.

Rana SS and MC Rana. 2011. Cropping System. Department of Agronomy, College of Agricul-ture,CSK Himachal Pradesh Krishi Vishvavidyalaya, Palampur. 80 p.

Rosman R, Emmyzar dan P Wahid. 1998. Karakteristik Lahan dan Iklim untuk Pewilayahan Pengembangan. Monograf nilam. Balittro. Hlm. 47-54.

Rosman R, Setyono dan H Suhaeni. 2004. Pengaruh Naungan dan Pupuk Fosfor terhadap Pertumbuhan dan Produksi Nilam (Pogostemon cablin Benth). Bul. Littro 15(1): 43-49.

Setiawan dan Rosman. 2015. Upaya Peningkatan Produktivitas Nilam (Pogostemon cablin Benth.). Warta Balittro 32(64): 7-9.

Singh M and N Guleria. 2012. Effect of Cultivars and Fertilizer Levels on Growth, Yield and Quality of Patchouli [Pogostemon cablin (Blanco) Benth.] Under Shaded Condition. Journal of Spices and Aromatic Crops 21(2): 174-177.

Singh M dan RS Ganesha Rao. 2009. Influence of Sources and Doses of N and K on Herbage, Oil Yield and Nutrient Uptake of Patchouli (Pogostemon cablin (Blanco) Benth.) in Semi-Arid Tropics. Industrial Crops and Products 29: 229-234.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v27n1.2016.19-25

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id