POTENSI PENGOLAHAN DAGING BUAH PALA MENJADI ANEKA PRODUK OLAHAN BERNILAI EKONOMI TINGGI

Ratna Wylis Arief, Firdausil AB, Robet Asnawi

Abstract


Di beberapa daerah daging buah pala dibuang sebagai limbah setelah diambil biji dan fulinya, padahal daging buah pala merupakan komponen terbesar dari buah pala segar dibanding fuli, tempurung biji, dan daging biji. Pemanfaatan daging buah pala secara optimal melalui diversifikasi produk olahan buah pala dapat meningkatkan pendapatan dan memberikan keuntungan ganda bagi petani pala. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peluang pengembangan diversifikasi pengolahan buah pala dan jenis olahan buah pala yang paling disukai oleh konsumen. Penelitian dilaksanakan di Desa Sinar Harapan, Kecamatan Kedondong, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung, sejak Maret sampai Mei 2012. Perlakuan yang diterapkan adalah pembuatan tiga jenis olahan buah pala yaitu manisan pala, sirup pala, dan selai pala dengan pembanding manisan pepaya, sirup melon, dan selai nanas. Variabel pengamatan meliputi respon petani pala terhadap inovasi produk olahan pala, uji tingkat kesukaan konsumen/organoleptik (warna, aroma, dan rasa), dan analisis keuntungan. Data yang terkumpul dianalisis secara statistik dan dilanjutkan dengan uji Duncan pada taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari tiga jenis olahan daging buah pala yang diintroduksikan, sirup pala merupakan jenis olahan buah pala yang paling disukai dan berpeluang besar untuk dikembangkan pada skala usaha di Kabupaten Pesawaran. Hasil analisis ekonomi terhadap tiga jenis olahan yang diintroduksikan layak untuk dikembangkan dengan nilai R/C ratio berkisar antara 1,42 sampai 1,94.


Keywords


Myristica fragrans Houtt; diversifikasi produk; pengolahan

Full Text:

PDF

References


Alegantina S dan D Mutiatikum. 2009. Pengembangan dan Potensi Pala (Myristica fragrans). Jurnal Kefarmasian Indonesia. 1(2): 64-70.

Amos dan W Purwanto. 2002. Hard Candy dengan Flavor dari Minyak Pala. Jurnal Sains dan Teknologi Indonesia. 4(5):1-6.

Ashari. 2006. Potensi Lembaga Keuangan Mikro (LKM) dalam Pembangaunan Ekonomi Pedesaan dan Kebijakan Pengembangannya. Jurnal Analisis Kebijakan Pertanian. 4(2): 146-164.

Astawan M. 2008. Pala, Mujarab buat Perut. Download: http://health.kompas.com/read/2008/09/26/16233198/Pala.Mujarab.buat.Perut. Diakses: 25 Maret 2013.

Astuti J. 2003. Pemanfaatan Daging Buah Pala (Myristica, sp) Tua melalui Pembuatan Bubuk Spice blend. Skripsi. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor. 109 hlm.

Balitka. 2010. Revitalisasi Perkebunan Pala Siau, Sulawesi Utara. Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian. 32(1): 4-6.

Cahyo. 2012. Khasiat Buah Pala Bagi Kesehatan. Download: http://bagi.me/2012/12/khasiat-buah-pala-bagi-kesehatan/. Diakses: 25 Maret 2013.

Direktorat Gizi Departemen Kesehatan RI. 1981. Daftar Komposisi Bahan Makanan. Bharatara Karya Aksara, Jakarta. 38 hlm

Djubaedah E, Tiara dan P Astuti. 1995. Pengaruh Perlakuan Daging Buah Pala Tua (Myristica fragrans, HOUTT) terhadap Mutu Sirup yang dihasilkannya. Warta IHP. 12(1-2): 25-29.

Faridah DN, S Yasni, A Suswantinah dan GW Aryani. 2013. Pencirian Mutu Kimiawi dan Mikrobiologis Produk Bandrek Instan dan Sirup Buah Pala (Myristica fragrans). Jurnal Ilmu Pertanian Indonesia. 18(1): 43-48.

Jukic M, O Politeo and M Milos. 2006. Chemical Composition and Antioxidant Effect of Free Volatile Aglycones from Nutmeg (Myristica fragrans Houtt.) compared to Its Essential Oil. Croatia Chemica Acta CCACAA. 79(2): 209-214.

Kakomole JB. 2012. Karakteristik Pengeringan Biji Pala (Myristica Fragrans H) menggunakan Alat Pengering Energi Surya Tipe Rak. Artikel. Jurusan Teknologi Pertanian Fakultas Pertanian-Universitas Samratulangi. 23 hlm.

Luthony TL. 1993. Tanaman Sumber Pemanis. Penerbit: Penebar Swadaya. Jakarta. 54 hlm.

Muchtadi TR, Sugiyono dan F Ayustaningwarno. 2010. Ilmu Pengetahuan Bahan Pangan. Penerbit: Alfabeta. Bandung. 324 hlm.

Pratama SB, S Wijana dan A Febriyanto. 2012. Studi Pembuatan Sirup Tamarillo (Kajian Perbandingan Buah dan Konsentrasi Gula). Jurnal Industri. 1(3): 180-193.

Soekartawi. 1995. Analisis Usahatani. Penerbit Universitas Indonesia Jakarta.

Suhirman S, Hadad EA, dan Lince. 2006. Pengaruh Penghilang Tanin dari Jenis Pala terhadap Sari Buah Pala. Bul. Littro. 17(1): 39-52.

Suwarni N, VD Yunianto dan A Setiadi. 2013. Analisis Faktor-faktor Produksi yang Mempengaruhi Keuntungan Agroindustri Kecil Penyulingan Minyak Pala dan Dampaknya pada Pendapatan Asli Daerah Kabupaten Bogor. Agromedia. 31 (1): 1-11.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v26n2.2015.165-174

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id