POTENSI KADAR BIOAKTIF YANG TERDAPAT PADA DAUN KEPEL (Stelechocarpus burahol)

Bayuanggara Cahya Ramadhan, Sandra Arifin Aziz, Munif Ghulamahdi

Abstract


Kepel (Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman yang mempunyai khasiat obat dan hingga saat ini belum banyak informasi mengenai kadar bioaktifnya. Bioaktif yang terdapat pada daun kepel salah satunya flavonoid yang dapat digunakan sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan bioaktif daun kepel pada umur daun yang berbeda. Penelitian ini dilaksanakan sejak Juni sampai November 2013 di Arboretum Lanskap IPB (Bogor, Indonesia). Bagian tanaman yang digunakan sebagai sampel yaitu daun muda, sedang dan dewasa. Rata-rata kadar bioaktif daun tanaman kepel pada masing-masing umur daun dibandingkan menggunakan uji t-student’s. Hasil penelitian menunjukkan aktivitas enzim phenylalanine ammonia lyase (PAL) dan kadar antosianin pada daun muda relatif lebih tinggi dari daun tua dan daun sedang. Daun kepel dewasa memiliki kadar flavonoid dan total klorofil yang paling tinggi dari pada daun sedang dan daun muda. Kadar flavonoid daun kepel menurun, sedangkan kadar antosianin, aktivitas PAL dan total klorofil meningkat seiring dengan meningkatnya curah hujan. Daun kepel yang sudah dewasa dapat digunakan sebagai bahan baku obat.


Keywords


Stelechocarpus burahol; aktivitas enzim PAL; antosianin; flavonoid; total klorofil

Full Text:

PDF

References


Aziz SA and BC Ramadhan. 2013. Media and organic fertigation for growth and phytochemical properties of Stelechocarpus burahol in nursery. International Seminar Proceedings Forests & Medical Plants for Better Human Welfare. Bogor, 10-12 September 2013. Hlm. 200-204.

Darusman HS, M Rahminiwati, S Sadiah, I Batubara, LK Darusman and T Mitsunaga. 2012. Indonesian kepel fruit (Stelechocarpus burahol) as oral deodorant. Research Journal of Medicinal Plant 6(2): 180-188.

Dangcham S, J Bowen, BI Ferguson and S Ketsa. 2008. Effect of temperature and Low oxygen on pericarp hardening of mangosteen fruit stored at low temperature. Postharvest Biology and Technology. 50:37-44.

Ekawati R, SA Aziz and N Andarwulan. 2013. Shoot, total phenolic, and anthocyanin production of Plectranthus amboinicus with organic fertilizing. Bul. Littro. 24(2): 93-100.

Hermanto, M Ghulamahdi, LK Darusman, A Sutandi, dan N Bermawie. 2011. Penetapan bahan diagnosis status hara NPK jaringan tanaman pegagan. Bul. Littro. 22(2): 186-197.

Hernández I, L Alegre and S Munné-Bosch. 2004. Drought-induced changes in flavonoids and other low molecular weight antioxidants in Cistuss clusii grown under mediterranean field conditions. Tree Physiology. 24: 1303-1311.

Heyne K. 1987. Tumbuhan berguna Indonesia II. Diterjemahkan oleh Badan Penelitian dan Pembangunan Kehutanan. Jakarta. 765 hlm.

Hidayat A, LK Darusman dan I Batubara. 2011. Fractination of the active compound from kepel (Stelechocarpus burahol) leaf extract as antibacterial. The 2nd International Symposium on Temulawak. Pusat Studi Biofarmaka LPPM IPB. Bogor. 2011. hlm. 112-113.

Kusmiyati E, P Hastoeti dan Gusmailina. 2005. Potensi burahol sebagai komoditi hasil hutan bukan kayu yang terancam punah. Info Hasil Hutan 11(1): 9-16.

Marschner H. 1995. Mineral nutrition of higher plants (2nd edition). Academic Press Limited, London. 889 hlm.

Marsic NK, L Gasperlin, V Abram, M Budic, R Vidrih. 2011. Quality parameters and total phenolic content in tomato fruits regarding cultivar and microclimatic conditions. Turk. J. Agric. For 35: 185-194.

Mualim L, SA Aziz, S Susanto dan M Melati. 2012. Aplikasi pupuk inorganik meningkatkan produksi dan kualitas pucuk kolesom pada musim hujan. J. Agron. Indonesia 40(2): 160-166.

Mualim L. 2012. Produksi dan kualitas kolesom dengan pemupukan organik dan inorganik (Disertasi). Sekolah Pascasarjana, Institut Pertanian Bogor. 155 hlm.

Purwantiningsih, I Purwantini dan D Santoso. 2011. Identification of standard parameters of kepel leaves [Stelechocarpus burahol (Bl.) Hook. F. & Th.] and the extract as raw material for anti- hyperuricemic medicaments. Asian Journal of Pharmaceutical and Clinical Research 4(1): 149-153.

Purwantiningsih, AR Hakim and I Purwantini. 2010. Antihyperuricemic activity of the kepel (Stelechocarpus burahol (Bl.) Hook. F. & Th.) leaves extract and xanthine oxidase inhibitory study. International Journal of Pharmacy and Pharmaceutical Sciences 2(2): 123-127.

Rivero RM, JM Ruiz, PC Garcia, LR Lopez-Lefebre, E Sanchez and L Romero. 2001. Resistance to cold and heat stress: accumulation of phenolic compounds in tomato and watermelon plants. Plant Sci 160: 315-321.

Saleh I. 2013. Pertumbuhan, produksi, dan kadar metabolit pucuk kolesomn (Talinum triangulare (Jacq.) Willd) dengan pemupukan organik berulang (Tesis). Sekolah Pasca Sarjana, Institut Pertanian Bogor. 66 hlm.

Siatka T, M Kasparova. 2010. Seasonal variation in total phenolic and flavonoid contents and DPPH scavenging Activity of Bellis perennis L. flowers. Molecules 15: 9450-9461.

Sims DA and JA Gamon. 2002. Relationships between leaf pigment content and spectral reflectance across a wide range of species, leaf structures, and development stages. Remote Sensing Environt 81: 337-354.

Sunardi C, SA Sumiwi dan A Hertati. 2010. Penelitian antiimplantasi ekstrak etanol daging buah burahol (Stelechocarpus burahol Hook F. & Thomson) pada tikus putih. Majalah Ilmu Kefarmasian 7(1): 1-8.

Sunarni T, S Pramono dan R Asmah. 2007. Flavonoid antioksidan penangkap radikal dari daun kepel (Stelechocarpus burahol). Majalah Kefarmasi Indonesia 18(3): 111-116.

Sunarto AT. 1992. Stelechocarpus burahol (Blume) Hook.f. & Thomson. In Coronel, R.E. & Verheij, E.W.M. (Eds.): Plant Resources of South-East Asia. No. 2: Edible fruits and nuts. Prosea Foundation, Bogor, Indonesia. pp. 290-291.

Sutomo. 2008. Penurunan kadar asam urat darah ayam jantan broiller hiperurisemia oleh fraksi petroleum eter daun kepel (Stelechocarpus burahol Hook.). Sains dan Terapan Kimia 2(1): 14-22.

Tan SC. 1980. Phenylalanine ammonia-lyase and the phenylalanine ammonialyase inactivating system: effects of light, temperature and mineral deficiencies. Aust. J. Plant. Physiol 7(2): 159-167.

Tisnadjaja D, E Saliman, Silvia, dan P Simanjuntak. 2006. Pengkajian burahol (Stelechocarpus burahol (Blume) Hook & Thomson) sebagai buah yang memiliki kandungan senyawa antioksidan. Biodeversitas 7(2): 199-202.

Ververidis F, E Trantas, C Douglas, G Vollmer, G Kretzschmar and N Panopoulos. 2007. Biotechnology of flavonoids and other phenylpropanoid-derived natural products. Part I: Chemical Diversity, Impacts on Plant Biology and Human Health. Biotechnol. J 2(10): 1214-1234.

Vogt T. 2010. Phenylpropanoid biosynthesis. Molecular Plant 3(1): 2-20.

Waterborg JH and HR Matthews. 2002. The Lowry method for protein quantitation. In J.M. Walker (Eds.). The Protein Protocols Handbook 2 Ed. Humana Press Inc, New Jersey. pp. 7-9.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v26n2.2015.99-108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id