PENGARUH ZAT PENGATUR TUMBUH TERHADAP KEBERHASILAN SAMBUNG PUCUK KEPEL (Stelechocarpus burahol)

Mono Rahardjo, Endjo Djauharia, Ireng Darwati

Abstract


Kepel (Stelechocarpus burahol) merupakan tanaman obat langka. Dahulu tanaman kepel hanya ditanam di lingkungan keraton khususnya di Jawa. Tanaman kepel pada umumnya diperbanyak melalui biji, oleh karena itu untuk memperbaiki kualitas dan mempercepat masa produksi maka diperlukan perbanyakan secara sambung pucuk. Tujuan penelitian untuk meningkatkan keberhasilan dan vigor benih hasil sambung pucuk. Penelitian sambung pucuk di laksanakan di rumah kaca, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat. Bahan tanaman kepel diperoleh dari Jawa Tengah. Penelitian dimulai dengan penyiapan batang bawah yang diperoleh dari biji kepel disemaikan di bak plastik kemudian setelah berkecambah dipindahkan ke polibag. Setek pucuk diperoleh dari pohon induk berumur lebih kurang 30-50 tahun, diambil dari Jawa Tengah. Perlakuan yang dicobakan adalah: tanpa ZPT (kontrol), luka sayatan di semprot dengan air, 25, 50, dan 100% air kelapa, dan larutan 500 ppm GA3. Percobaan menggunakan Rancangan Acak Kelompok dengan tiga ulangan. Setiap ulangan terdiri dari 10 tanaman. Parameter yang diamati adalah, persentase tanaman tumbuh setelah 1, 2, dan 3 bulan grafting, jumlah daun baru, panjang dan jumlah tunas baru. Pengamatan dilakukan setiap bulan selama tiga bulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase benih kepel hidup umur tiga bulan setelah penyambungan tertinggi pada perlakuan air (82,64%), tidak berbeda nyata dibandingkan dengan perlakuan 25% air kelapa dan kontrol (kering). Pemberian perlakuan air kelapa 25, 50, dan 100% tidak berpengaruh terhadap peningkatan persentase benih hidup, namun mampu mempertahankan vigor benih dari umur dua bulan sampai tiga bulan setelah penyambungan. Pemberian hormon GA3 dosis 500 ppm tidak berpengaruh terhadap persentase benih hidup, tetapi mampu mempertahahan vigor benih yang tumbuh.


Keywords


Stelechocarpus burahol; perbanyakan vegetatif; ZPT

Full Text:

PDF

References


Djamhuri E. 2011. Pemanfaatan air kelapa untuk meningkatkan pertumbuhan setek pucuk meranti tembaga (Shorea leprosula Miq.). Jurnal Silvikultur Tropika. 02(01): 5-8.

Kirdar E and M Ertekin. 2007. Effect of polystimulin growth regulators and scion clones on graft success and subsequent growth in Atlantic cedar (Cedrus atlantica Manetti). Journal of Environmental Biology, Triveni Enterprises, Lucknow (India), 28(2): 315-320.

Kunandewi TW. 2011. Perencanaan usaha produk minuman celup daun kepel. Diajukan kepada Fakultas Teknik Universitas Negeri Yogyakarta untuk memenuhi persyaratan guna memperoleh gelar Ahli Madya, 112 p.

Rahardjo M dan E Djauharia. 2004. Pengaruh umur batang bawah dan lama penyimpanan entres terhadap keberhasilan grafting tanaman meng-kudu. Proseding Seminar Nasional Tumbuhan Obat Indonesia, 2004, Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Hlm. 87-95.

Rahardjo M, E Djauharia, I Darwati dan Rosita SMD. 2012. Perbanyakan vegetatif tanaman kepel (Stechocarpus burahol) dan mengkudu (Morinda citrifolia L.), Laporan Hasil Penelitian tahun 2012, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat, 17 hlm.

Rahardjo M, E Djauharia, I Darwati dan Rosita SMD. 2013. Pengaruh umur batang bawah terhadap pertumbuhan benih mengkudu tanpa biji hasil grafting. Bul. Littro. 24(1): 14-18.

Reza A, L Moghadami, ZO Ardebili and L Rezaie. 2012. Effect of indole butyric acid on micrografting of cactus. African Journal of Biotechnology, 11(24): 6484-6493.

Sagar MKKR. 2007. Propagation studies in cashew nut (Anacardium occidentale L.) under mist house condition. Thesis submitted to the University of Agricultural Sciences, Dharwad in partial fulfillment of the requirements for the Degree of Master of Science (Agriculture) in horticulture. Departement of Horticulture College of Agriculture, Dharwad Univ. of Agricultural Sciences, Dharwafd-580 005, 81 p.

Sari YP, H Manurung dan Aspiah. 2011. Pengaruh pemberian air kelapa terhadap pertumbuhan anggrek kantong semar (Paphiopedilum supardii Braem & Loeb) pada media knudson secara in vitro, Mulawarman Scientifie. 10(2): 219-231.

Shide ED, D Jogdande and A Akhare. 2008. Effect of different pre-treatments of plant growth regulators to shoot tips on in vitro shoot tip grafting in Nagpur seedless (Citrus reticulate Blanco.). The Asian Journal of Horticulture, 3(1): 98-98.

Sinay H. 2011. Pengaruh giberelin dan temperatur terhadap pertumbuhan semai gandaria (Bouea macrophylla Griffith.) Bioscientiae. 8(1): 15-22.

Suharto I, Ambarawati IGAA, Agung IGAMS and Nurjaya IGMO. 2012. The number of graftid scions and remaining productive branches affect new shoot growth and flowering of side-grafted cashew (Anacardium occidentale L.) J. ISSAAS. 18(1): 160-172.

Sujarwati, S Fathonah, E Johadi dan Herlina. 2011. Penggunaan air kelapa untuk meningkatkan perkecambahan dan pertumbuhan palem putri (Veitchia merllii), SAGU, 10(1): 24-28.

Sutisna A. 2010. Teknik mempercepat pertumbuhan tunas lateral untuk perbanyakan vegetatif anthurium dengan aplikasi GA3 dan IBA, Buletin Teknik Pertanian. 15(2): 56-59.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v25n1.2014.21-26

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2016 Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id