ANALIS IS SISTEM PERENCANAAN MODEL PENGEMBANGAN AGROINDUSTRI MINYAK DAUN CENGKEH : STUDI KASUS DI SULAWESI UTARA

Agus Supriatna S, U. Niko Rambitan, D. Sumangat, N. Nurdjannah

Abstract


Limbah dari tanaman cengkeh yang berupa gagang dan daunnya belum sepenuhnya dimanfaatkan di daerah Sulawesi Utara, padahal dari limbah ini masih dapat diperoleh minyak dengan cara penyulingan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sistem perencanaan awal sebuah agroindustri penyulingan minyak atsiri dari daun cengkeh di wilayah Sulawesi Utara, serta menganalisis kelayakannya baik dari aspek teknik, manajemen maupun aspek finansialnya. Hasil penelitian ini diharapkan dapat membuka wawasan serta peluang pengembangan teknologi penyulingan minyak atsiri dari daun cengkeh khususnya di wilayah Sulawesi Utara dalam skala usaha yang lebih besar. Diharapkan teknologi ini mampu meningkatkan nilai tambah komersial yang akan meningkatkan kesejahteraan petani. Metode yang digunakan adalah rancangan tata letak pabrik (plant layout design) dan metode ekonometrik. Berdasarkan kriteria pemilihan lokasi pabrik di Sulawesi Utara, maka Kabupaten Minahasa merupakan lokasi yang tepat dilihat dari segi ketersediaan bahan baku, kemudahan pemasaran, kemudahan transportasi, ketersediaan tenaga kerja, sarana listrik, air, kemudahan investasi, iklim, unsur penunjang dan prospek jangka panjang. Secara teknis pabrik yang dirancang memiliki kapasitas penyulingan 18 ton daun cengkeh kering per harinya dengan prediksi perolehan minyak 504 kg/ hari pada rendemen penyulingan 2,8%. Secara finansial prediksi investasi yang dibutuhkan untuk membangun pabrik tersebut di atas adalah Rp. 863.132.800,-.

Modal investasi ini diperkirakan akan kembali selama 0,63 tahun atau 7,56 bulan dengan titik pulang pokok 10.515,2 kg/ tahun. Kekayaan perusahaan pada akhir proyek sebesar Rp. 13.181.990.610,-. Dari hasil analisis kelayakannya diperoleh NPV Rp. 5.353.342.926,- (lebih besar dari nol), nilai IRR lebih besar dari tingkat suku bunga yang berlaku (18%) yaitu 49,2 % dan B/C rasionya 1,66 (lebih besar dari 1), sehingga dapat disimpulkan bahwa pengembangan teknologi penyulingan minyak di Sulawesi Utara layak untuk dilaksanakan.

 


Keywords


Cengkeh; penyulingan; tata letak pabrik

Full Text:

PDF

References


Ahyari, A., 1979. Manajemen Produksi. Balai Penerbitan Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Apple, J.M., 1983. Plant Layout and Material Handling Third Edition. John Wiley and Sons, Inc, New York.

De Garmo, E.P., J.R. Canada, dan W.G. Sullivan, 1979. Engineering Economy. Mc Millan Publ., Co inc, New York.

Deperindag, 2001. Pengembangan industri minyak atsiri dengan pendekatan klaster industri. Direktorat Jenderal Industri dan Dagang Kecil Menengah. Deperindag, RI, Jakarta.

Disbun Sulut, 2002. Sulawesi Utara Dalam Angka. Dinas Perkebunan Propinsi Sulwasi Utara.

Manado. Eryatno, 1999. Ilmu Sistem. Meningkatkan Mutu dan Efektifitas Manajemen. IPB Press.

Guenther, E., 1972. Minyak Atsiri. Jilid I. Terjemahan UI-Press.

Mirna, 1989. Pengaruh kombinasi cara dan lama penyulingan terhadap rendemen dan mutu minyak daun cengkeh. Jurusan Teknologi Industri Pertanian, Fateta, IPB.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bullittro.v15n1.2004.%25p

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c)



View My Stats

Creative Commons License
Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.
Based on a work at http://ejurnal.litbang.pertanian.go.id/index.php/bultro

Buletin Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (BUL LITTRO) Editorial Office :

Indonesian Spices and Medicinal Crops Research Institute (ISMCRI)
Jl. Tentara Pelajar No. 3 Bogor, Indonesia 16111
Telp. (0251) 8321879, Fax. (0251) 8327010
E mail : buletintro@gmail.com
Website : http://balittro.litbang.pertanian.go.id