Analisis Perdagangan Kakao Indonesia di Pasar Internasional

Anggita Tresliyana Suryana, Anna Fariyanti, Amzul Rifin

Abstract


pertumbuhan konsumsi dunia. Sejak pemerintah Indonesia menerapkan kebijakan pajak ekspor kakao biji dalam rangka untuk mengembangkan industri pengolahan kakao, ada perubahan dalam komposisi ekspor kakao. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi perdagangan kakao Indonesia di pasar internasional. Pengukuran menggunakan Gravity Model menunjukkan bahwa variabel yang berpengaruh signifikan terhadap ekspor kakao biji Indonesia adalah GDP riil per kapita negara tujuan, nilai tukar, dan bea keluar kakao biji. Variabel yang berpengaruh signifikan terhadap ekspor kakao powder Indonesia adalah GDP riil per kapita Indonesia dan negara-negara tujuan serta nilai tukar, sementara semua variabel yang signifikan dalam mempengaruhi ekspor kakao butter. Implikasi dari hasil penelitian adalah Indonesia dapat meningkatkan pangsa pasarnya dengan lebih memprioritaskan mengekspor kakao biji ke Cina. Kakao butter pangsa pasar sebaiknya ditingkatkan di Cina dan Australia, sedangkan untuk kakao powder, negara yang dapat ditingkatkan pangsa pasarnya adalah Rusia.

Kata Kunci: Kakao biji, kakao butter, kakao powder, ekspor, Gravity Model

Indonesia is one of the largest cocoa producer and exporter in the world. Cocoa international market has great potential regarding world’s consumption growth. Therefore, Indonesia is expected to take advantage on existing opportunities. Since the government of Indonesia implemented export tax policy on cocoa beans in order to develop cocoa processing industry, there were changes in the composition of cocoa export. The objective of this study was to analyze factors that influence Indonesia’s cocoa trade in international market, by using Gravity Model. The result showed that variables that influence Indonesia’s cocoa beans exports significantly are real GDP per capita of destination countries, exchange rate, and cocoa beans export tax. Indonesia’s cocoa powder exports is significantly influnced by real GDP per capita of Indonesia and destination countries, and exchange rate, while all variables are significant in influencing cocoa butter export. The implications of this findings are Indonesia can increase market share by prioritizing of cocoa beans export to China. In the meantime, cocoa butter should be increasing market share in China and Australia, and cocoa powder in Rusia.


Keywords


Cocoa beans; cocoa butter; cocoa powder; export; Gravity Model

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jtidp.v1n1.2014.p29-40

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2014 Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


 

P-ISSN: 2356-1297
E-ISSN: 2528-7222
Accredited No.30/E/KPT/2018 on Oktober 24, 2018 by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia

                    


Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar (JTIDP) Editorial Office :

Indonesian Industrial and Beverage Crops Research Institute
Jl. Raya Pakuwon Km. 2, Parungkuda, Sukabumi 43357 Jawa Barat Indonesia
Telp : (0266) 6542181
Fax : (0266) 6542087
Email : jtidp@litbang.pertanian.go.iduppublikasi@gmail.com
Website : http://balittri.litbang.pertanian.go.id



View My Stats