Preferensi Petani terhadap Adopsi Teknologi Lada Hibrida Tahan Penyakit Busuk Pangkal Batang ( BPB )

Dewi Listyati, Abdul Muis Hasibuan, Rudi T Setiyono

Abstract


Indonesia merupakan salah satu produsen utama lada dunia dan komoditas ini telah dijadikan sebagai salah satu andalan ekspor dari subsektor perkebunan. Akhir-akhir ini  produktivitas lada terus mengalami penurunan yang salah satu penyebab utamanya adalah akibat serangan penyakit busuk pangkal batang. Oleh karena itu, inovasi teknologi lada hibrida tahan penyakit busuk pangkal batang diharapkan dapat menjadi solusi dalam mengatasi masalah tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis preferensi petani untuk mengadopsi lada hibrida tahan penyakit busuk pangkal batang (BPB) dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Penelitian ini dilaksanakan di Kabupaten Lampung Utara pada bulan Juli-Oktober 2010. Metode analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif dan model persamaan struktural. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebagian besar responden sangat tertarik untuk mengadopsi lada hibrida tahan BPB karena diharapkan lebih menguntungkan dan belum ada varietas lada yang tahan terhadap serangan penyakit busuk pangkal batang. Faktor kelembagaan yang diindikasikan oleh peran kelompok tani dalam mengadvokasi anggotanya untuk mengadopsi lada hibrida tahan BPB serta bantuan pemerintah untuk mengembangkan lada hibrida tahan BPB merupakan faktor kunci yang berpengaruh signifikan terhadap peluang adopsi lada hibrida tahan BPB oleh petani.

Farmer Preference of Technology Adoption of Hybrid Pepper That Resistant to Foot Rot Disease

ABSTRACT

Indonesia is one of black pepper main producing countries in the world. The commodity has become the main export commodity from estate crops subsector for the country. Recently, there is however a trend of declining in its productivity, because of pest and disease attack, especially foot-rot disease. An innovation of hybrid blcak pepper that has resistant to foot-rot disease is expected to become a solution to rising productivity of the crop. This research aimed to analyze farmers’ preference to adopt hybrid black pepper that has resistant to foot-rot disease. This research was conducted at North Lampung District, form July-October 2010. The analysis used was descriptive method and structural equation model. Analysis showed that most of farmers were interested in adoption of hybrid black pepper that has highly resistant to foot-rot disease since there is no black pepper variety that has been released having resistant to the disease. Institutional factors are indicated by farmer group activities in advocating their members to adopt hybrid blcak pepper, and governmental assistances to develop it are key factors that have a significant effect in adoption of the technology for farmers.


Keywords


Farmer preference; adoption; hybrid pepper; resistant; foot rot disease

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/jtidp.v3n2.2012.p125-134

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2012 Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


 

P-ISSN: 2356-1297
E-ISSN: 2528-7222
Accredited No.30/E/KPT/2018 on Oktober 24, 2018 by Ministry of Research, Technology and Higher Education of the Republic of Indonesia

                    


Jurnal Tanaman Industri dan Penyegar (JTIDP) Editorial Office :

Indonesian Industrial and Beverage Crops Research Institute
Jl. Raya Pakuwon Km. 2, Parungkuda, Sukabumi 43357 Jawa Barat Indonesia
Telp : (0266) 6542181
Fax : (0266) 6542087
Email : jtidp@litbang.pertanian.go.iduppublikasi@gmail.com
Website : http://balittri.litbang.pertanian.go.id



View My Stats