Pengaruh Perlakuan Pelapisan Benih (seed coated) terhadap Viabilitas Benih Tiga Varietas Kapas (Gossypium hirsutum L.)

Taufiq Hidayat RS, Nurindah Nurindah, Anik Herawati

Abstract


Seed coated merupakan teknologi pelapisan benih dengan bahan tertentu untuk mempertahankan mutu benih dan membuat bentuk benih lebih teratur. Prosesing benih kapas saat ini masih menggunakan bahan kimia seperti asam sulfat (acid seed delinted) untuk menghilangkan kabu-kabu (linter) yang masih menempel pada biji setelah proses pemisahan serat dan biji. Acid Seed delinted memungkinkan terjadinya kerusakan kulit hingga lembaga biji dan dapat menimbulkan masalah lingkungan dari limbah yang dihasilkan dalam proses tersebut. Teknik pelapisan benih (seed coated) berpeluang untuk diterapkan dalam proses perbenihan kapas, sehingga proses tersebut menjadi ramah lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pelapisan benih pada tiga varietas terhadap viabilitas benih kapas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Faktorial dalam rancangan acak kelompok (RAK). Faktor Pertama terdiri atas empat perlakuan benih yaitu benih berkabu tanpa perlakuan (kontrol), benih diperlakukan dengan acid delinted, benih dilapisi (coated) dengan tapioka, kaolin, dan arabic gum. Faktor kedua terdiri atas varietas kapas yaitu Kanesia 10, Kanesia 18, dan Kanesia 19. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan benih dengan arabic gum menghasilkan viabilitas benih yang terbaik dan benih kapas varietas Kanesia 10 menunjukkan persentase keserempakan tumbuh, persentase daya berkecambah, dan persentase potensi tumbuh maksimum terbaik masing-masing 92,25%; 96,25% dan 98,00%. Perlakuan coated benih kapas dengan arabic gum berpotensi untuk diterapkan dalam perbenihan kapas sebagai alternatif teknik acid delinting yang kurang ramah lingkungan

 

Effect of Seed Coating on the Seeds Viability of Three Cotton Varieties (Gossypium hirsutum L.)

Seed coating technology with certain materials is objected to maintain seed quality and to make seed shapes more regular. Currently, cotton seeds processing is using chemicals such as sulfuric acid (acid seed delinted) to remove the linter which is still attached to the seeds after the separation of fibers and seeds. Acid seed delinting could causing damage on the seed skin as well as to the seed embryo and also cause environmental problems from the waste produced in the process. Seed coated technology has the prospect to be applied in the process of cotton seeding, so the process becomes environmentally friendly. This study aims to evaluate the effect of seed coating treatment on three cotton varieties on the seed viability. This study uses Randomized Block Design Factorial. The first factor consisted of four seed treatments namely fuzzy seed (control), seed delinted, seed coated with tapioca and kaolin and seed coated with arabic gum. The second factor were cotton varieties namely Kanesia 10, Kanesia 18, and Kanesia 19. The results showed that the interaction between seed treatments with cotton varieties significantly affected the radicular length parameters and produced a coefficient of varians 9.85%. Seed coated with arabic gum showed the best results for all observation parameters. Kanesia 10 showed the best of growing simultaneity, germination, and the potential maximum growth by 92%, 96%, and 98%, recpectively. The cotton cotton seed coated with arabic gum is prospective to be applied in the cotton seeding process as an alternative to the acid delinting technique that is not environmentally friendly.


Keywords


benih berkabu; coated; delinted; perkecambahan; viabilitas; benih kapas

Full Text:

PDF

References


Afifi, M., Lee, E., Lukens, L., Swanton, C., 2015. Thiamethoxam as a seed treatment alters the physiological response of maize (Zea mays) seedlings to neighbouring weeds. Pest Manag. Sci. 71, 505–514. https://doi.org/10.1002/ ps.3789.

Agustiansyah, Timotiwu, P.B., Rosalia, D., 2016. Pengaruh Pelapisan Benih Terhadap Perkecambahan Benih Padi (Oryza sativa) pada Kondisi Media Kertas Keracunan Aluminium. Agrovigor 9, 24–32.

Agustin, H., Lestari, D.I., 2016. Optimalisasi Media Perkecambahan Dalam Uji Viabilitas Benih Selada Dan Bawang Merah. J. Agrin 20, 107–114.

Alamsyah, A.N., Slamet, W., Kusmiyati, F., 2017. Efektivitas pelapisan benih kelengkeng (Dimocarpus longan Lour.) menggunakan kombinasi jenis bahan pelapis dengan ekstrak biji selasih dan wadah simpan berbeda. J. Agro Complex 1, 85. https://doi.org/10.14710/ joac.1.3. Hal. 85–93.

Biradarpatil, N.., Macha, S., 2009. Effect of dosages of sulphuric acid and duration of delinting on seed quality in desi cotton. Karnataka J. Agric. Sci 22, 896–897.

BSNI, Badan Standar Nasional Indonesia., 2006. Benih Kapas. Jakarta. 20 Hal.

Dewi, I.N., Sumarjan, 2013. Viabilitas Dan Vigor Benih Padi (Oryza sativa, L) Varietas Ir 64 Berdasarkan Variasi Tempat dan Lama Penyimpanan. Pros. Semin. Nas. MIPA III, 232–238.

Fatah, G.S.A., Soebandi, Musthofa, L., Puji, W., 2012. Modifikasi Delinter Kapas Sistem Kering Untuk Meningkatkan Kapasitas Mesin. J. Teknol. Pertan. 13, 207–212.

Fennema, O.R., 1996. Food chemistry, 3rd ed. Marcel Dekker, United States of America. p. 1069.

Hapsari, R.T., 2013. Pemanfaatan methylo-bacterium spp. pada invigorasi dan teknik coating untuk meningkatkan vigor benih kedelai. IPB (Bogor Agricultural University). 94 Hal.

ISTA, 2014. International Rules for Seed Testing, 2010/1. ed. International Seed Testing Association, Bassersdorf, Switzerland. p.200.

Kartasapoetra, A.G., 2003. Teknologi benih : pengolahan benih dan tuntunan praktikum / Ance G. Kartasapoetra, Rineka Cipta. Rineka Cipta, Jakarta. https://doi.org/1986. 188 Hal.

Kuswanto, H., 2003. Teknologi Pemrosesan, Pengemasan & Penyimpanan Benih, 5th ed. Kanisius, Yogyakarta. 128 Hal.

Mugnisyah, W.Q., Setiawan, A., 2004. Produksi Benih, 1st ed. Bumi Asih, Jakarta. 130 Hal.

Priadi, D., 2010. Aplikasi Teknik Enkapsulasi pada Benih Sengon (Paraserianthes falcataria). J. Teknol. Indones. 33, 92–99.

Putri, S.N.P., Widajati, E., Bakhtiar, Y., 2016. Efektivitas Cendawan Mikoriza pada Coated Benih Selama Penyimpanan dan Serapan Hara P Tanaman Jagung Manis, in: Suhartanto, R. (Ed.), Prosiding Seminar Nasional dan Kongres Perhimpunan Agronomi Indonesia 2016. Perhimpunan Agronomi Indonesia, Bogor, pp. 647–652.

Sari, P.E., 2009. Pengaruh Komposisi Bahan Pelapis dan Methylobacterium spp. terhadap Daya Simpan Benih dan Vigor Bibit Kacang Panjang (Vigna sinensis L.). Bogor Agricultural University (IPB).61 Hal.

Setiawan, W., 2005. Pengaruh Formula Coating dan Fungisida terhadap Viabilitas Benih Cabai (Capsium annuum L.) Varietas TIT Super. Institut Pertanian Bogor. 45 Hal.

Utami, S., 2013. Uji Viabilitas dan Vigoritas Benih Padi Lokal Ramos Adaptif Deli Serdang dengan Berbagai Tingkat Dosis Irradiasi Sinar Gamma di Persemaian. AGRIUM J. Ilmu Pertan. 18. Hal 158–161. https://doi.org/10.30596/AGRIUM. V18I2.358.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/btsm.v11n1.2019.16-23

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2019 Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


 

          


Buletin Tanaman Tembakau, Serat, & Minyak Industri Editorial Office:

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat
Jalan Raya Karangploso Km 4, Malang 65152
Jawa Timur, Indonesia
Telp: +62-341-491447
Fax: +62-341-485121
Email: balittas@litbang.pertanian.go.id
Website: http://balittas.litbang.pertanian.go.id


View My Stats