Uji Daya Hasil Genotipe Tebu Potensial di Lahan Kering

Abdurrakhman Abdurrakhman, Bambang Heliyanto, Djumali Djumali, Damanhuri Damanhuri, Noer Rahmi Ardiarini

Abstract


Di Indonesia saat ini sebagian besar tebu (70%) dikembangkan di lahan kering. Untuk mendukung pengembangan tebu dilahan kering, perakitan varietas toleran kekeringan merupakan suatu langkah yang bijaksana, karena merupakan pendekatan yang paling mudah aplikasinya dan ekonomis. Saat ini telah diperoleh beberapa genotipe potensial tebu tahan kering. Genotipe-genotipe ini perlu dikaji daya hasilnya. Penelitian untuk mengkaji daya hasil 8 genotipe tebu potensial tahan kering beserta 2 varietas pembandingnya (PS 864 dan Kenthung) dilakukan di Kebun Percobaan Ngemplak, Pati dari bulan Januari sampai  dengan  November 2017. Penelitian disusun dalam rancangan acak kelompok yang diulang sebanyak tiga kali. Juringan (sistem tanam  tebu  dalam baris) yang digunakan berukuran panjang 5 m dan lebar 10 m, serta jarak pusat ke pusat (PKP) 1 m. Parameter yang diamati meliputi tinggi tanaman, diameter tanaman, jumlah batang per meter juring, jumlah ruas, panjang ruas, panjang batang, jumlah dan panjang, bobot batang per meter, persen brix nira bagian atas, tengah dan bawah, rendemen serta hasil hablur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa genotipa berpengaruh terhadap keragaan hasil tebu dan komponen hasilnya. Genotipa  MLG 1308 mempunyai produksi hablur tertinggi, 21 % lebih tinggi dibandingkan  varietas pembanding PS 864. Genotipe ini juga menunjukkan konsistensi keragaan yang tinggi pada sebagian parameter pendukung produksi tebu dan hasil gula. Dengan demikian genotipa MLG 1308 adalah genotipa harapan untuk mendukung pengembangan tebu di lahan kering.

 

 Yield Test of  Potential  Genotypes of Sugarcane in Dry  Conditions

At present, majority (70%) of sugarcane cultivation in Indonesia is done in the so called dry areas. Realizing the facts, development of tolerant variety to dry agro ecological condition is wise decision making as it is easily applicable and economically feasible. Currently, some genotypes tolerant to dry condition have been identified. These potential genotypes need to be assessed their yield potential under dry ecological condition.  In 2017 research activities was carried out to test the yield performance of eight potential genotypes along with two control varieties (PS 864 and Kenthung) in dry land. Research activities were done at Ngemplak, Pati. The design used was randomized block  design repeated 3 times. Plot size was 5 m long, 10 m wide and the distance from center to center was I m. The parameters observed were plant height, stem diameter, number of stalk per m row, number of internode per stalk, length of internode per stalk, length of stalk, stalk weight per meter, upper brix, mid brix and lower brix, rendement and sugar yield per ha. Data were analyzed using analysis of variance (ANOVA) followed by Duncan Multiple Range Test at 5% level. Results showed that genotypes affected the performances of yield and its contributing characters. Genotype  MLG 1308 showed the highest sugar yield per ha, 21 % higher than the control variety PS 864. This genotype also consistently showed  high performances for most of the sugar yield contributing characters. Therefore, genotype MLG 1308 is considered as a promising genotype to support the development of sugarcane in dry  areas. 


Keywords


Saccharum officinarum, uji daya hasil, lahan kering, genotipa unggul, adaptation test, dry land, superior varieties

Full Text:

PDF (Indonesian)

References


ANONIM. 2010. Budidaya dan Pasca Panen Tebu. Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan. 35 p

AHMED, M., K.P. BAIYERI, and B.C. ECHEZONA. 2014. Evaluation of organic mulch on the growth and yield of sugarcane (Saccharum ojficinarum L.) in a southern guinea savannah of Nigeria. The Journal of Animal & Plant Sciences. 24(1): 329-335.

BUDI-SANTOSO, MASTUR, DJUMALI dan Suminar Diyah NUGRAHENI. 2015. Uji adaptasi varietas unggul tebu pada kondisi agroekologi kering. Jurnal Littri 21(3): 109-116

GOMATHI, R., P.N.G. RAO, P. RAKHIYAPPAN, B.P. SUNDARA, and S. SHIYAMALA. 2013. Physiological studies on ratoonability of sugarcane varieties under tropical Indian condition. American Journal of Plant Sciences. 4: 274-281.

HELIYANTO. B, MARJANI, T.A. ANGGRAINI, S. SUMARTINI DAN E. SULISTYOWATI. 2013. Perakitan varietas unggul tebu tahan lingkungan sub optimal secara konvensional dan transgenik untuk mendukung swa sembada gula. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. 55p.

HELIYANTO. B, S. SUMARTINI DAN S. BASUKI. 2014. Perakitan varietas tebu dengan produktivitas dan rendemen tinggi untuk pengembangan di lahan kering. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. 52p.

HELIYANTO. B, DJUMALI, ABDURAKHMAN DAN S. BASUKI. 2015. Perakitan varietas tebu dengan produktivitas dan rendemen tinggi untuk pengembangan di lahan kering. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. 45p.

HELIYANTO. B, DJUMALI, ABDURAKHMAN DAN S. BASUKI. 2016. Perakitan varietas tebu dengan produktivitas dan rendemen tinggi untuk pengembangan di lahan kering. Laporan Hasil Penelitian. Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat. 51p

HELIYANTO. B, DJUMALI AND EKA SUGIYARTA. 2016. Status of the Development of high yielding sugarcane varieties for rainfed areas. Proc. Of the International Society of Sugarcane Technologist, Chiang Mai, Thailand. (29): 1674-1679.

JAMOZA, J.E., J. OWUOCHE, 0. KIPLAGAT, and w. OPILE. 2014. Broad-sense heritability estimation and correlation among sugarcane (Saccharum spp. hibrids) yield and some agronomic traits in western Kenya. International Journal of Agricultural Policy and Research. 2(1): 16- 25.

KHAN, I.A., M.U. DAHOT, S. YASMIN, A. KHATRI, N. SEEMA, and M.H. NAQVI. 2006. Effect of sucrose and growth regulators on micropropagation of sugarcane clones. Pakistan Journal of Botany. 38(4): 961-967.

KHAN, I.A., S. BIBI, S. YASMIN, A. KHATRI, N. SEEMA, and S.A. ABRO. 2012. Correlation studies of agronomic traits for higher sugar yield in sugarcane. Pakistan Journal ofBotany. 44(3): 969-971.

KUSWANTO, B. WALUYO, L. SUTOPO, A. AFFANDI. 2009. Uji Daya Hasil Galur-Galur Harapan Kacang Panjang Toleran Hama Aphid dan Berdaya Hasil Tinggi. Agrivita 31(1):31-40.

MARDIANTO S, P. SIMATUPANG, PU HADI, H MALIAN DAN A. SUSMIADI. 2005. Peta jalan (Road map) dan kebijakan pengembangan industri gula nasional. Forum Penelitian Agro Ekonomi. 23(1):19-37.

MURDIYATMO U DAN NURMALASARI. 2012. Keragaan tebu produk rekayasa genetika (PRG) toleran kekeringan pada berbagai tipe lahan dan iklim. Makalah Seminar Kongress IKAGI di Surabaya, 8-9 Februari 2012.

PANWAR, R.N., H.K. KEERIO, dan A.R. KEERIO. 2004. Evaluation of sugarcane genotypes for yield contributing traits under thatta conditions. Pakistan J. Agric. Res.18 (1): 34-36.

RASYID, A., M. MULYADI, dan s. SOFIAH. 2006. Kebun peragaan dan kesesuian varietas tebu unggul terhadap fisik lingkungan. Agritek.15(14): 1-11.

SMIULLAH, F.A. KHAN, u. IJAZ, and ABDULLAH. 2013. Genetic variability of different morphological and yield contributing traits in different accession of Saccharum ojficinarum L. Universal Journal of Plant Science. 1(2): 43-48.

SUSILA WR. 2005. Dinamika impor gula, sebuah analisis kebijakan. Agrimedia. 10 (1):1-15.

SUSILA WR dan BM SINAGA. 2005. Pengembangan industri gula Indonesia yang kompetitif pada situasi persaingan yang adil. Jurnal Litbang Pertanian, 24(1):1-9.

TOLERA, B., M. DIRO, and D. BELEW. 2014. Effects of 6-benzyl aminopurine and kinetin on in vitro shoot multiplication of sugarcane (Saccharum officinarum L.) varieties. Advances in Crop Sciences and Technology. 2(3): 1-5.

TOPPA, E.V.B., C.J. JADOSKI, A. JULIANETTI, T. HULSHOF, E.O.ONO, and J.D. RODRIGUES. 2010. Physiology Aspects of Sugarcane Productionhttp://revistas.unicentro.br/index.php/repaa/article/viewFile/ 1065/1257. [Diunduh Tgl. 19 Juni 2013].




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/btsm.v10n1.2018.31-40

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


 

          


Buletin Tanaman Tembakau, Serat, & Minyak Industri Editorial Office:

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat
Jalan Raya Karangploso Km 4, Malang 65152
Jawa Timur, Indonesia
Telp: +62-341-491447
Fax: +62-341-485121
Email: balittas@litbang.pertanian.go.id
Website: http://balittas.litbang.pertanian.go.id


View My Stats