Konservasi Musuh Alami Mendukung Budi Daya Tanaman Kapas Tanpa Penyemprotan Insektisida

. Nurindah

Abstract


Pengendalian serangga hama pada pertanaman kapas pada umumnya masih menggunakan insektisida kimia sintesis, walaupun sistem PHT telah dikenal dan diterapkan. Pengelolaan hama yang berdasarkan pemaham-an agroekologi dengan memperhatikan musuh alami sebagai faktor mortalitas biotik serangga hama yang efektif menghasilkan pengendalian hama tanpa penyemprotan insektisida. Pengelolaan hama dalam sistem budi daya kapas tanpa penyemprotan insektisida tersebut meliputi penggunaan varietas kapas yang mempu-nyai ketahanan penuh atau moderat terhadap wereng kapas, konservasi musuh alami melalui perlakuan benih dengan imidakloprit sebelum tanam atau penyediaan pakan musuh alami dengan penyemprotan molases (te-tes) tebu, dan penerapan ambang kendali dengan mempertimbangkan keberadaan predator. Penerapan sis-tem budi daya kapas tanpa penyemprotan insektisida menyebabkan budi daya kapas lebih efisien dan ramah lingkungan, sehingga dapat berdampak pada minat petani untuk berusaha tani kapas.

 

Although IPM concept has been recognized and applied in cotton fields, the use of synthetic chemical insec-ticides are still widespread in many places across the country. One of the reasons is because the role of na-tural enemies to control the pests is not yet well understood. Pest management based on understanding of natural enemies of pests as an effective biotic mortality factor is important and will result in cotton pest con-trol without insecticide sprays. The strategy for pest management without insecticide sprays consists of the use of resistant or moderately resistant cotton varieties, conservation of natural enemies through seed treat-ment or artificial food spray with molasses, and the application of action threshold that consider the preda-tor’s presence. Cotton cultivation system without insecticide spray will cause more efficient and environ-mentally friendly cultivation that provides a positive impact on the farmers eager to grow cotton.


Keywords


Kapas; Gossypium hirsutum; PHT Cotton; Gossypium hirsutum; IPM

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bultas.v6n2.2014.99-107

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Buletin Tanaman Tembakau, Serat & Minyak Industri

 Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


 

          


Buletin Tanaman Tembakau, Serat, & Minyak Industri Editorial Office:

Balai Penelitian Tanaman Pemanis dan Serat
Jalan Raya Karangploso Km 4, Malang 65152
Jawa Timur, Indonesia
Telp: +62-341-491447
Fax: +62-341-485121
Email: balittas@litbang.pertanian.go.id
Website: http://balittas.litbang.pertanian.go.id


View My Stats