Kedelai sebagai Bahan Pangan Kaya Isoflavon

Rahmi Yulifianti, Siti Muzaiyanah, Joko Susilo Utomo

Abstract


Kedelai potensial sebagai bahan pangan fungsional, di samping sebagai sumber protein. Hal ini berkaitan dengan keberadaan 12 jenis isoflavon pada biji kedelai, baik dalam bentuk glikosida maupun aglikon. Senyawa isoflavon bermanfaat bagi kesehatan karena memiliki aktivitas antioksidan yang dapat mencegah kanker payudara, kanker kolon, osteoporosis, dan penyakit-penyakit degeneratif seperti penuaan dini, jantung koroner dan hipertensi, serta mengurangi sindrom menopause pada wanita. Kandungan isoflavon pada biji kedelai bervariasi dari 128 hingga 380 mg/100 g, dan yang dominan adalah genistein dan daidzein. Varietas unggul kedelai Devon 1 mengandung total isoflavon 221,97 mg/100 g dan varietas Devon 2 mengandung 30,37 mg/100 g untuk total genistein dan daidzein, sehingga masih terbuka peluang untuk meningkatkan kandungan isoflavon melalui perakitan varietas baru. Selain faktor genetis, kandungan isoflavon kedelai juga dipengaruhi oleh musim tanam, umur panen, pengairan, sinar UV dan kandungan unsur hara tanah, serta proses pengolahan. Perkecambahan dan fermentasi meningkatkan kandungan isoflavon, dan pemanasan dapat mengubah struktur kimia isoflavon. Tingkat konsumsi protein kedelai 25 g/hari atau setara asupan isoflavon 37-62 mg/hari diperkirakan dapat memenuhi 83% dari kebutuhan isoflavon harian yang dianjurkan.


Keywords


kedelai, isoflavon, pangan fungsional

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.21082/bulpa.v16n2.2018.p84-93

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



 


Copyright © 2014 Balai Penelitian Tanaman Aneka Kacang dan Umbi 

Jl. Raya Kendalpayak km 8, Kotak Pos 66 Malang 65101, Indonesia
Telp. 0341-801468, Fax. 0341-801496, email: balitkabi@litbang.pertanian.go.id
website: www.balitkabi.litbang.pertanian.go.id