Identifikasi Penciri Morfologi dan Kualitas Plasma Nutfah Lokal Ubi Kayu (Manihot esculenta Crantz) Sumatra Barat

Nirmala F. Devy, Abd. Aziz Syarif, Aryawaita Aryawaita

Abstract


Plasma nutfah lokal ubi kayu (Manihot esculenta Crantz) memiliki potensi ekonomi penting bagi masyarakat Sumatra Barat. Tanaman ubi kayu mempunyai keragaman morfologi yang tinggi. Untuk membedakan jenis-jenis ubi kayu, identifikasi penciri karakter morfologi dan kualitas sangat diperlukan. Tujuan dari penelitian ini untuk mendapatkan informasi karakter ubi kayu lokal yang berkembang di Sumatra Barat. Analisis dilakukan masing-masing pada sepuluh ubi kayu lokal asal empat kabupaten dan tiga varietas ubi kayu yang telah dilepas. Karakterisasi morfologi dilakukan berdasarkan standar deskriptor dari International Institute of Tropical Agriculture (IITA), sedangkan analisis fisik dan kimia umbi dilakukan di Laboratorium Teknologi Hasil Pertanian (THP), Universitas Andalas, Padang. Penelitian dilakukan di KP Sukarami, Kab. Solok pada bulan Maret 2015–Februari 2016. Data karakter morfologi dan kualitas serta mengelompokannya dianalisis dengan principal component analysis (PCA). Hasil analisis PCA berdasarkan karakter morfologi tanaman, kualitas kimia umbi, serta morfologi dan warna umbi menunjukkan masing-masing menghasilkan empat komponen utama yang berkontribusi terhadap total keragaman sebesar 78, 83, dan 81,3%. Berdasarkan morfologi tanaman, tiga belas ubi kayu Sumbar terbagi ke dalam enam klaster, dengan pembeda antarkelompok adalah jumlah anak daun (lobus), panjang tangkai, warna pucuk, dan lebar daun, sedangkan berdasarkan kualitas kimia dan
morfologi umbi, masing-masing menghasilkan lima klaster, dengan karakter pembeda masing-masing antara lain adalah karbohidrat dan protein serta warna umbi. Bobot umbi per rumpun tertinggi pada ubi kayu lokal Kuning dan Roti 2, dengan hasil 203–380%, lebih tinggi dibanding dengan varietas yang telah dilepas. Ubi kayu dengan kadar HCN rendah adalah Tangkai Merah- 1, Dumai, dan Roti 2, sedangkan dengan kadar pati >35% adalah Sanjai Padang Jariang, Jurai Merah, Kuning, Roti 2, dan Hijau Pesisir Selatan. Setiap ubi kayu mempunyai karakter morfologi tanaman, umbi serta kandungan kimia yang spesifik.


Keywords


Ubi kayu; keragaman; morfologi; sifat kimia.

Full Text:

PDF

References


Agre, A.P., Badara, G., Adjatin, A., Dansi, A., Bathacharjee,

A., Rabbi, I.Y., Dansi, M. & Gedil, M. (2016) Folk

taxonomy and traditional management of cassava

(Manihot esculenta Crantz) diversity in Southern and

Central Benin. International Journal of Innovation and

Scientific Research, 20 (2), 500–515.

Alfons, J.B. & Wamaer, D. (2015) Keragaman karakter

morfologis dan agronomis ubi kayu lokal Maluku.

Dalam: Priyatno, T.P., Kurniawan, H., Hidayatun, N.,

Kosmiatin, M. & Suryadi, Y. (editor) Prosiding Seminar

Nasional Sumber Daya Genetik Pertanian Tahun 2015,

hlm.160–168.

Antari, R. & Umiyasih, U. (2009) Pemanfaatan tanaman ubi

kayu dan limbahnya secara optimal sebagai pakan ternak

ruminansia. Wartazoa, 19 (4), 191–200.

AOAC (1996) Official methods of analysis of the association

of official analytical chemists. Virginia, Association of

Official Analytical Chemists, Inc.

AOAC (1998) Official methods of analysis of the association

of official analytical chemists. Virginia, Assocition of

Official Analytical Chemists, Inc.

Asare, P.A., Galyuon, I.K.A., Sarfo, J.K. & Tetteh, J.P. (2011)

Morphological and molecular based diversity studies of

some cassava (Manihot esculenta Crantz.) germplasm in

Ghana. African Journal of Biotechnology, 10 (63),

–13908.

Avijala, M.F., Bhering, L.L., Peixoto, L.A., Cruz, C.D.,

Carneiro, P.C.S., Cuambe, C.E. & Zacarias, A. (2015)

Genetic diversity revealed dissimilarity among

Mozambican cassava cultivars. Australian Journal of

Crop Science, 9 (8), 772–780.

Badan Standar Nasional 1992, Standar nasional Indonesia.

–2891–1992.

Balitkabi (2011) Deskripsi varietas unggul kacang-kacangan

dan umbi-umbian, Malang, Balitkabi.

Bapedalda Provinsi Sumatera Barat (2015) Buku data status

lingkungan hidup daerah Provinsi Sumatera Barat 2014.

BPS (2016) Produksi ubi kayu menurut provinsi (ton), 1993–

/. [Online] Tersedia pada:

https://www.bps.go.id/linkTableDinamis/view/id/880.

[Diakses 20 Desember 2017].

Chavez, A.L., Sanchez, T., Ceballos, H., Rodriguez-Amaya,

D.B., Nestel, P., Tohme, J. & Ishitani, M. (2007)

Retention of carotenoids in cassava roots submitted to

different processing methods. Journal of the Science of

Food and Agriculture, 87 (3), 388–393.

Emmy, C., Miriam, K., Oliver, K., Edith, A.E. & Stephen, K.

(2015) Genetic diversity of cassava mutants, hybrids, and

landraces using simple sequence repeat markers.

American Journal of Experimental Agriculture, 5 (4),

–294.

Esuma, W., Rubaihayo, P., Pariyo, A., Kawuki, R.S.,

Wanjala, B.W., Nzuki, I., Harvey, J. & Baguma, Y.

(2012) Genetic diversity of provitamin A cassava in

Uganda. Journal of Plant Studies, 1 (1), 60–71.

Food and Agriculture Organization (2013) Save and grow

cassava. A guide to sustainable production

intensification. Rome, FAO.

Fitriani, H., Rahman, N., & Sudarmonowati, E. (2015)

Evaluasi stabilitas daya hasil ubi kayu (Manihot

esculenta) genotip lokal hasil kultur jaringan. Prosiding

Seminar Nasional Masyarakat Biodiversitas Indonesia, 1

(8), 1756–1760.

Ghofar, A., Ogawa, S. & Kokugan, T. (2005) Production of

L-lactic acid from fresh cassava roots slurried with tofu

Gambar 8. Profil warna umbi ubi kayu lokal Sumatra Barat. A = Roti 2 dan B = Tangkai Merah-1.

Gambar 9. Profil produksi ubi kayu lokal Sumatra Barat. A = Roti 2 dan B = Roti 1.

A B

liquid waste by Streptococcus bovis. Journal of

Bioschience and Bioengineering, 100 (11), 606–512. doi:

1263/jbb.100.606.

Herlina, E. & Nuraeni, F. (2014) Pengembangan produk

pangan fungsional berbasis ubi kayu (Manihot esculenta)

dalam menunjang ketahanan pangan. Jurnal Sains Dasar,

(2), 142–148.

Hutami, F.D & Harijono (2014) Pengaruh penggantian larutan

dan konsentrasi NaHCO3 terhadap penurunan kadar

sianida pada pengolahan tepung ubi kayu. Jurnal Pangan

dan Agroindustri, 2 (4), 220–230.

Irzam, F.N. & Harijono (2014) Pengaruh penggantian air dan

penggunaan NaHCO3 dalam perendaman ubi kayu iris

(Manihot esculenta Crantz) terhadap kadar sianida pada

pengolahan tepung ubi kayu. Jurnal Pangan dan

Agroindustri, 2 (4), 188–199.

Laila, F., Zanetta, C.U., Waluyo, B., Amien, S., &

Karuniawan, A. (2015) Early identification of genetic

diversity and distance from Indonesia cassava potential as

food, industrial, and biofuel based on morphological

characters. Energy Procedia, 65, 100–106.

Lamprecht, M. (2015) Genetic diversity and farmer’s

selection of cassava (Manihot esculenta Crantz) varieties

on small-scale farms in Northern and Central Vietnam.

Master´s Thesis. University of Agricultural Sciences.

Maryana, R. & Wahono, S.K. (2008) Optimasi proses

pembuatan bioetanol dari ubi kayu kualitas rendah dan

limbah kulit ubi kayu. Dalam: Utomo, R., Suharwadji,

Pudjiono, P.I. & Sunaryanti, W (editor) Prosiding

Seminar Nasional 2008 “Sistem Informasi sebagai

Penggerak Pembangunan di Daerah” Yogyakarta, 27

November 2008, Bidang Energi dan Lingkungan, hlm. 1–

Minantyorini & Sutoro (2014) Panduan karakterisasi dan

evaluasi plasma nutfah ubi kayu. Bogor, BB Biogen.

Ng’ang’a, J.N. (2010) Quality analysis and molecular

diversity of cassava (Manihot esculenta Crantz)

germplasm in Kenya. Master Thesis. Egerton University.

Nurhayani, H.M., Djide, M.N. & As’ad, S. (2014) Kandungan

gizi umbi ubi kayu pahit (Manihot aipi Phol.) pada

tahapan pengolahan sebelum fermentasi dan “Wikau

Maombo” hasil fermentasi tradisional. Biowallacea, 1

(2), 63–70.

Nuwamanya, E., Baguma, Y., Emmambux, N., Taylor, J. &

Patrick, R. (2010) Physicochemical and functional

characteristics of cassava starch in Ugandan varieties and

their progenies. Journal of Plant Breeding and Crop

Science, 2 (1), 1–11.

Oboh, G. (2005) Isolation and characterization of amylase

from fermented cassava (Manihot esculenta Crantz)

waste water. African Journal of Biotechnology, 4 (10),

–1123.

Oboh, G. (2006) Nutrient enrichment of cassava peels using a

mixed culture of Saccharomyces cerevisiae and

Lactobacillus spp. solid media fermentation techniques.

Electronic Journal of Biotechnology, 5 (1), 46–49.

Odewale, J.O., Ataga, C.D., Odiowaya, G., Hamza, A., Agho,

C. & Okoye, M.N. (2012) Multivariate analysis as a tool

in the assessment of the physical properties of date Palm

fruits (Phoenix dactylifera L.) in Nigeria. Plant Science

Feed, 2 (10), 138–146.

Onyesom, I., Okoh, P. & Okpokunu, O. (2008) Levels of

cyanide in cassava fermented with lemon grass

(Cymbopogon citratus) and the organoleptic assessment

of its food products. World Applied Sciences Journal, 4

(6), 860–863.

POMRI (2014) Mengenal zat beracun pada singkong.

[Online] Tersedia pada: http://ik.pom.go.id/v2014/-

artikel/Mengenal-Zat-Beracun-Pada-Singkong.pdf

[Diakses 20 Oktober 2017].

Prabawati, S., Richana, N. & Suismono (Edisi 4–10 Mei

Inovasi pengolahan singkong meningkatkan

pendapatan dan diversifikasi pangan. Sinar Tani, No

, hlm. 1–5.

Putri, D.I., Sunyoto, Yuliadi, E. & Utomo, S.D. (2013)

Keragaman karakter agronomi klon-klon F1 ubikayu

(Manihot esculenta Crantz) keturunan tetua betina UJ-3,

CMM 25–27, dan Mentik Urang. Jurnal Agrotek Tropika,

(1), 1–7.

Rasulu, H., Sudarminto, S., Yuwono & Kusnadi, J. (2012)

Karakteristik tepung ubi kayu terfermentasi sebagai

bahan pembuatan sagu kasbi. Jurnal Teknologi

Pertanian, 13 (1), 1–7.

Rosyadi, M.I., Toekidjo & Supriyanta (2014)

Karakterisasi ubi kayu lokal (Manihot utilissima L.)

Gunung Kidul. Vegetalika, 3 (2), 59–71.

Sanchez, T., Chavez, A.L., Ceballos, H., Rodriquez-Amaya,

D.B., Nestel, P. & Ishitani, M. (2006) Reduction or delay

of post-harvest physiological deterioration in cassava

roots with higher carotenoid content. Journal of the

Science of Food and Agriculture, 86, 634–639.

Siqueira, M.V.B.M., Aline, B., Teresa, L.V. & Ann, V.E.

(2011) A comparative genetic diversity assessment of

industrial and household Brazilian cassava varieties using

SSR markers. Bragantia, 70 (4), 745–752.

Sudarmadji, S., Haryanto, B. & Suhardi (1984) Prosedur

Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian. Edisi

ketiga. Yogyakarta, Liberty.

Susilawati, S., Nurdjanah & Putri, S. (2008) Karakteristik

sifat fisik dan kimia ubi kayu (Manihot esculenta)

berdasarkan lokasi penanaman dan umur panen berbeda.

Jurnal Teknologi Industri dan Hasil Pertanian, 13 (2).

–72.

Thamrin, M., Mardhiyah, A. & Marpaung, S.E. (2013)

Analisis usaha tani ubi kayu (Manihot utilissima).

Agrium, 18 (1), 57–64.

Turyagyenda, L.F., Kizito, E.B., Ferguson, M.E., Baguma, Y.,

Harvey, J.W., Gibson, P., Wanjala, B.W. & Osiru, D.S.O.

(2012) Genetic diversity among farmer-preferred cassava

landraces in Uganda. African Crop Science Society, 20,

–30.

Zayed, E.M., Shams, A.S. & and Kamel, A.S. (2012) Genetic

diversity in introduced cassava using inter simple

sequence repeat markers (ISSRs). Geneconserve, 12 (47),

–33.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v24n1.2018.p53-62

Refbacks

  • There are currently no refbacks.

Comments on this article

View all comments




Copyright (c) 2018 Buletin Plasma Nutfah

 


         

   


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Phone: (0251) 8339793, 8337975
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

ISSN    : 1410-4377
E ISSN : 2549-1393

Accreditation Number21/E/KPT/2018





View My Stats