Keragaman Sumber Daya Genetik Tanaman Buah-buahan Eksotik di Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau

Yayu Zurriyati, Dahono Dahono

Abstract


Indonesia memiliki sumber daya genetik (SDG) buah-buahan tropis yang sangat beragam. Tercatat lebih dari 400 jenis tanaman buah-buahan yang dapat dimakan terdapat di wilayah Indonesia. termasuk buah eksotik tropis. Saat ini sebagian besar SDG lokal tersebut belum terinventarisasi dan teridentifikasi dengan baik sehingga informasi yang didapatkan sangat terbatas. Tujuan kegiatan ini adalah untuk mendapatkan informasi tingkat keragaman, deskripsi morfologi, dan pemanfaatan SDG tanaman buah eksotik. Kegiatan dilaksanakan pada empat kecamatan di Kabupaten Bintan, yaitu Kecamatan Teluk Sebong, Teluk Bintan, Sri Kuala Lobam, dan Toapaya, Provinsi Kepulauan Riau dengan metode survei melibatkan 20 responden yang dipilih secara purposive
random sampling dan observasi lapang. Tanaman buah eksotik diinventarisasi berasal dari lahan pekarangan dan lahan di luar pekarangan milik responden. Data yang dkumpulkan meliputi lokasi tempat ditemukannya SDG tanaman buah eksotik mencakup nama desa/dusun dan titik koordinat (LU/LS, BT/BB), jenis tanaman dan deskripsi morfologi utama. Data yang didapat selanjutnya
ditabulasi dan dianalisis secara deskriptif. Hasil kegiatan didapatkan tujuh jenis tanaman buah eksotik di Kabupaten Bintan, yaitu Buah rokam (Flacourtia rukam), namnam (Cynometra cauliflora), jeruk kunci (Citrus amblycarpa), sawo mangga (Pouteria caimito), lobi-lobi (Flacourtia inermis), durian daun (Durio zibethinus L.), dan jamblang (Syzigium cumini). Pemanfaatan buah
eksotik lokal saat ini hanya dikonsumsi dalam bentuk buah segar. Terdapat potensi pemanfaatan buah eksotik sebagai pangan fungsional atau menjadi buah olahan untuk peningkatan nilai tambah buah tersebut


Keywords


buah eksotik; sumber daya genetik; bintan

Full Text:

PDF

References


Ajizah. 2004. Sensitivitas Salmonella typhymurium terhadap Ekstrak Daun Psidium Guajava L. Bioscientiae. 1. 31-38.

Alikodra, H.S. 2000. Kontribusi Kalangan Akademik dalam Pengembangan Kawasan Konservasi. Seminar Sehari Pengembangan Wilayah Berbasis Keanekara-gaman Hayati. Kebun Raya Cibodas.

Angkasa, Dudung dan Sulaeman, Ahmad. 2012. Pengembangan Minuman Fungsional Sumber Serat dan Antioksidan dari Daun Hantap (Sterculia oblongata R. Brown.). Departemen Gizi Masyarakat Institut Pertanian Bogor.

Anwar, D. 2003. Kamus Lengkap Bahasa Indonesia. Amelia Surabaya.

Assani, S. 1994. M. Mikrobiologi Kedokteran. Jakarta. Fakultas Kedokteran. Universitas Indonesia.

Aziz, Azalina F A, Igbal, Mohammad. 2013. Antioxidant Activity and Phytochemical Compotion of Cynometra Cauliflora. Journal of Experimental and Intregative Medicine. 3. 337-341

Badan Pusat Statistik Kabupaten Bintan. 2013. Bintan Dalam Angka. Bappeda Kabupaten Bintan.

IUCN (International Union for Concervation of Nature). 2001. Red List Categories and Criteria Version 3.1. IUCN Spesies Survival Commission. Switzerland.

Kartikasari, S.N. 2001. Tumbuhan langka Indonesia. Dalam Mogea J.P., D. Gandawidjaja, H. Wiriadinata, R.E. Nasution, dan Irawati. LIPI- Seri Panduan Lapangan. Bogor: Balai Penelitian Botani, Puslitbang Biologi-LIPI.

Krismawati, A. 2008. Eksplorasi dan karakterisasi buah spesies kerabat mangga di Kalimantan Tengah. Bul. Plasma Nutfah 14(2):76-80.

Rifai, M.A. 1986. Flora Buah-buahan Indonesia. Bogor. LBN – LIPI.

Sagrawat, H., A. Mann and M. Kharya. 2006. Pharmacological Potential of Eugenia Jambolana: A Review. Pharmacogenesis Magazice 2: 96-104.

Soekartawi. 2000. Peran sektor pertanian dalam perekonomian Indonesia Universitas Brawijaya. Malang. http://202.159.18.43/jsi/4soeka.htm. (24 Agustus 2015).

Sabir A. 2005. Aktivitas antibakteri Flavonoid Propolis Trigona sp terhadap bakteri Streptococcus Mutans (invitro) Majalah Kedokteran Gigi.

Uji, T. 2007. Keanekaragaman Jenis Buah-Buahan Asli Indonesia dan Potensinya. Bio diversitas 8 (2): 157-167.

Ukieyanna, E., Suryani., Roswiem, A.P. 2012. Aktivitas Antioksidan Kadar Fenolik dan Flavonoid Total Tumbuhan Suruhan. Departemen Biokimia Institut Pertanian Bogor.

Verheij E.W.M and R.E. Coronel. 1992. Edible Fruits and Nuts. PROSEA. Bogor. Indonesia.

Wardana, H.D. 2002. Pemanfaatan plasma nutfah dalam industri jamu dan kosmetika alami. Buletin Plasma Nutfah 8(2):84-85.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v22n1.2016.p11-20

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2018 Buletin Plasma Nutfah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (0251) 8339793, 8337975
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

P-ISSN : 1410-4377
E-ISSN : 2549-1393

Akreditasi Nomor: 21/E/KPT/2018




View My Stats