Karakter Buah Galur Melon Generasi S6 dan S7

Makful Makful, Hendri Hendri, Sahlan Sahlan, Sunyoto Sunyoto, Kuswandi Kuswandi

Abstract


Karakterisasi galur sangat dibutuhkan untuk mendapatkan informasi tentang keunggulannya. Sejak tahun 2009 sampai 2011 Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika melakukan penggaluran melon dan telah menghasilkan delapan galur S5. Dalam kegiatan penggaluran, materi pemuliaan galur generasi S6 dan S7 diuji di Kebun Percobaan Sumani, Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika, Sumatra Barat. Penelitian ini bertujuan untuk membentuk galur murni melon dengan keunggulan sifat-sifat tertentu dan dapat diusulkan sebagai varietas unggul baru kategori open pollinated. Rancangan penelitian yang digunakan ialah Rancangan Acak Kelompok Lengkap dengan 10 perlakuan varietas melon (delapan galur melon, yaitu 86DH, 86P, Nomani-R, 411, 78K, 86M, MB3, MB4, dan pembanding yang sudah adaptif di lokasi penanaman, yaitu Amanta, Sweet M-10, dan Glamour) dengan ulangan tiga kali di mana setiap ulangan terdiri atas 20 tanaman. Penelitian dilakukan mulai dari Januari 2012–Desember 2013 dengan cara melakukan penanaman galur S6 danS7 dan karakterisasi morfologi tanaman. Data kualitatif yang dikumpulkan dianalisis secara deskriptif, sedangkan data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis varian (Anova). Hasil pengamatan karakter galur melon generasi S6 menunjukkan bahwa rerata tertinggi bobot buah diperoleh dari galur 86DH, Amanta (pembanding) dan MB3 dengan bobot antara 2,01–1,69 kg, sedangkan untuk TSS selain galur melon Nomani-R (MB10), 9 galur melon yang diuji memiliki nilai TSS antara 11,1–12,7 °Bx. Berdasarkan karakter warna daging buah, warna kulit, dan tekstur daging buah, galur 86DH, 78K, Nomani-R, dan 411 mengekspresikan keseragaman. Hasil pengamatan karakter galur melon pada generasi S7 menun-jukkan bahwa galur melon 86P unggul pada karakter bobot dan galur 86M, 86P, dan Nomani-R unggul pada karakter rasa manis dibanding dengan varietas pembanding Glamour. Galur melon 86M, 78K, 411, Nomani-R, dan MB3 seragam dan stabil untuk semua karakter yang diamati. Galur melon 86DH, 86P, dan MB4 masih bervariasi untuk keragaan kulit buah dan warna daging buah.


Keywords


galur; melon; karakterisasi.

Full Text:

PDF

References


Bahar, H. & Zen, S. (1993) Parameter genetik pertumbuh-an tanaman, hasil dan komponen hasil jagung. Zuriat, 4 (1), 4-7.

Bisognin, D.A. (2002) Origin and evolution of cultivated cucurbits. Ciência Rural, 32 (5), 715–723.

Castellanos, M.T., Cabello, M.J., Cartagena, M.D., Tarquis, A.M., Arce, A. & Ribas, F. (2011) Growth and yield of melon as influenced by N fertilizer Growth dynamics and yield of melon as influenced by nitrogen fertilizer. Scientia Agriola, 96 (2), 191–199.

Cowan, A.K., Clive S. Moore-Cordon, Bertling, I. & Wolstenholme, B.N. (1997) Metabolic Control of Avocado Fruit Crowth. Plant Physiology, 114, 511–518.

Crowder, L.V. (1997) Genetika tumbuhan (Terj. Lilik Kusdiarti). Yogyakarta, UGM-Press.

Ezura, H. (2001) Genetic engineering of melon (Cucumis melo L.). Plant Biotechnology, 18 (1), 1-6.

Food and Agriculture Organization. (2014). FaoStat. [Online] Available from: http://faostat3.fao.org/ browse/Q/QC/E [Accessed 29 Februari 2016].

Fukuda, H. & Moriyama, O. (1997) Relationship between cortical cell diameter, population and harvest size of apple. Journal of the Japanase Society for Horticultural Science, 66 (1), 185–188.

Dirjen Hortikultura (2015) Indonesia kaya berbagai melon unggulan. [Online] Tersedia pada: http://hortikultura. pertanian.go.id/?p=547 [Diakses 24 Februari 2016].

Kirnak, H., Higgs, D., Kaya, C. & Tas, I. (2005) Effects of irrigation and nitrogen rates on growth, yield, and quality of muskmelon in semiarid regions. Journal of Plant Nutrition, 28 (4), 621–638.

Kultur, F., Harrison, H.C. & Staub, J.E. (2001) Spacing and genotype affect fruit sugar concentration, yield, and fruit size of muskmelon. HortScience, 36 (2), 274–278.

Lester, G.E., Oebker, N.F. & Coons, J. (1994) Preharvest furrow and drip irrigation schedule effects on postharvest melon quality. Postharvest Biology and Technology, 4, 57-63.

Lippert, L.F. & Legg, P.D. (1972a) Appearance and quality charactters in muskmelon fruit evaluated by a ten cultivars diallel cross. Journal of the American Society for Horticultural Science, 97, 84-87.

Lippert, L.F. & Legg, P.D. (1972b) Diallel analysis for yield and maturity characeristic in muksmelon cultivars. Journal of the American Society for Horticultural Science, 104, 100-101.

Long, R.L., Walsh, K.B., Rogers, G. & Midmore, D.J. (2004) Source-sink manipulation to increase melon (Cucumis melo L.) fruit biomass and soluble sugar content. Journal of Agricultural Research, 55 (12), 1241-1251.

Lower, R.L. & Edwards, P.D. (1986) Cucumber breeding. In: Bassett, M.J. (ed.) Breeding vegetables crops. Westpot, AVI Publishing Company Inc., pp. 173-207.

Luan, F., Delannay, I. & Staub, J.E. (2007) Chinese melon (Cucumis melo L.) diversity analyses provide strategies for germplasm curation, genetic improvement, and evidentiary support of domestication patterns. Euphytica, 164 (2), 445–461

Mangoendidjojo. M. (2003) Dasar-dasar pemuliaan tanaman. Yogyakarta, Kanisius.

Maynard, E.T. & Scott, W.D. (1998) Plant spacing affects yield of “Superstar” muskmelon. HortScience, 33, 52-54.

Pearson, O.H. (1983) Heterosis in vegetable crops. In: Frankel, R. (ed.) Heterosis: Reappraisal of theory and practise. Monographs on Theorical and Applied Genetics 6. Berlin, Springer Verlag, pp. 138–188.

Peirce, L.C. (1987) Vegetables: Characteristics, production, and marketing. New York, Wiley.

Poehlman, J.M. (1983) Breeding field crops. Second ed. Westport, The Avi Publishing Company. Inc.

Purnomo, S., Nurhadi, Sahlan, Soegito & Famudji, P. (1999) Pengkayaan dan konservasi tanaman buah: semangka, melon dan nenas. Laporan tengah tahun penelitian pengembangan perbenihan hortikultura. Jakarta, PAATP-Puslitbang Hortikultura.

Rahmawati, D., Yudistira, T. & Mukhlis, S. (2014) Uji inbreeding depression terhadap karakter fenotipe tanaman jagung manis (Zea mays var. Saccharata Sturt) hasil selfing dan pollinated. Jurnal Ilmiah Inovasi, 14 (2), 145–155.

Robinson, R.W. & Decker-Walters, D.S. (1997) Cucurbits. New York, CAB International.

Rubiyo, Suprapto, & Darajat, A. (2005) Evaluasi beberapa galur harapan padi sawah di Bali. Buletin Plasma Nutfah, 11 (1), 6–10.

Suzuki, M. (2004) Growth judgment on each stage for creeping melon cultivation. Vegetable Horticulture Melon, 2, 314-319.

Takdir, A.M., Iriany, R.N., Subekti, N.A., Muzdalifah & Marsum (2006) Evaluasi daya gabung hasil 28 galur jagung dengan tester MR4 dan MR14 di Malang dan Bajeng. Jurnal Agrivigor, 5 (2), 173-181.

Tang, M., Zhao, H., Bie, Z., Lie, Q., Xie, J., Shi, X., Yi, H. & Sun, Y. (2012) Effect of different potassium levels on growth and quality in two melon cultivars and two growing-seasons. Journal of Food Agriculture & Environment, 10 (2), 570-575.

Wells, J.A. & Nugent, P.E. (1980) Effect of height soil moisture on quality of melon. HortScience, 15, 258-259.

Zulfikri, Hayati, E. & Nasir, M. (2015) Penampilan fenotipik, parameter genetik karakter hasil dan komponen hasil tanaman melon (Cucumis melo), Jurnal Floratek, 10 (2), 1–11




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/blpn.v23n1.2017.p1-12

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2017 Buletin Plasma Nutfah

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


       


Buletin Plasma Nutfah

Jalan Tentara Pelajar 3A, Bogor 16111
Jawa Barat, Indonesia
Telepon: (0251) 8339793, 8337975
Fax: (0251) 8338820
E-mail: buletin.plasmanutfah@gmail.com
Website: http://biogen.litbang.pertanian.go.id

P-ISSN : 1410-4377
E-ISSN : 2549-1393

Akreditasi Nomor: 598/AU3/P2MI-LIPI/03/2015




View My Stats