Implikasi Kebijakan Harga Eceran Tertinggi Beras Terhadap Profitabilitas Usaha Tani Padi, Harga, Kualitas, serta Serapan Beras

Benny Rachman, Adang Agustian, Arif Syaifudin

Abstract


In order to maintain the stability of rice price the government establishes rice ceiling price (RCP) policy based on rice quality and distribution areas. This policy was issued through the Minister of Trade Regulation No. 57/2017 in effect since 1 September 2017. This study aims to examine the impact of RCP policy on profitability of rice farming, rice prices in traditional and modern markets, shift in rice quality, and paddy and rice procurement by Perum Bulog. This study was conducted in three rice producing provinces, namely West Java, East Java and South Sulawesi. After implementation of RCP policy, profitability of rice farming increased, market prices for medium quality rose approaching the medium RCP, and premium rice price tended to decline but still stable close to RCP. Most rice sold in the markets shifted from medium to premium quality. Government rice procurement conducted by Bulog decreased significantly. Besides profit margins, lack of binding of broken grain criteria for medium and premium rice qualities and absence of certification regarding the differentiation of both qualities may affect rice quality shifting. It is suggested that RCP policy should implemented with clear and firm regulation on rice quality criteria.

 

Abstrak

Beras merupakan makanan pokok bagi sebagian besar penduduk Indonesia. Dalam upaya menjaga stabilitas harga beras, pemerintah menetapkan patokan harga eceran tertinggi (HET) berdasarkan jenis beras dan wilayah edarnya. Kebijakan ini ditetapkan melalui Permendag No. 57 tahun 2017 yang berlaku sejak 1 September 2017. Kajian ini bertujuan untuk mengkaji implikasi kebijakan penerapan HET beras tersebut terhadap profitabilitas usahatani padi, harga beras di pasar tradisional dan modern, pergeseran kualitas beras yang diperdagangkan, dan penyerapan gabah-beras petani oleh Perum Bulog Kajian dilaksanakan di tiga provinsi sentra beras, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Selatan. Kajian menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Hasil kajian menunjukkan bahwa profitabilitas usahatani padi meningkat setelah penetapan HET beras;  harga beras medium cenderung naik mendekati batas HET medium, sedangkan harga beras premium cenderung menurun namun masih stabil tinggi mendekati batas HET premium; kualitas beras yang diperdagangkan sebagian  bermigrasi dari beras medium ke premium; dan pengadaan gabah pemerintah oleh Bulog  serapan gabah-beras petani oleh Bulog mengalami penurunan. Selain margin keuntungan, longgarnya kriteria butir patah beras medium dan premium serta belum adanya sertifikasi mengenai pembedaan kualitas medium dan premium ditengarai menjadi faktor migrasi kualitas beras yang diperdagangkan. Disarankan penetapan HET perlu disertai dengan pengaturan yang lebih tegas mengenai kriteria kualitas beras medium dan premium. Selain itu, pemerintah untuk mengawasi  kepatuhan pedagang, perlu dilakukan  akreditasi terhadap beras premium kemasan yang beredar di pasar.


Keywords


policy; rice; ceiling price; rice quality; kebijakan; beras; harga eceran tertinggi; kualitas beras

Full Text:

PDF

References


[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2017. Neraca Bahan Makanan (diolah). Jakarta (ID): Badan Ketahanan Pangan.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017a. Survey Sosial Ekonomi Nasional 2016. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017b. Sensus Penduduk 2010. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017c. Survey Harga Konsumen 2016. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2017. Survey Sensus Ekonomi BPS 2017. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2017. Laporan Kinerja Badan Ketahanan Pangan. Jakarta (ID): Badan Ketahanan Pangan.

[BPHN] Badan Pembinaan Hukum Nasional. 2012. Dokumen Prepres No. 07 tahun 2012. [internet]’ [diunduh 1 November 2018]. Tersedia dari: www.bphn.go.id/data/documents/07pr112.pdf.

Busnita SS. 2016. Rice price volatility, its driving factors and the impact of climate change on paddy production and rice price in Indonesia [Thesis]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

Erwidodo. 2004. Analisis harga dasar pembelian gabah dan tarif impor beras. Dalam: Kasryno, Faisal, Efendi Pasandaran dan Achmad M. Fagi, editors. Ekonomi padi dan beras Indonesia. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Kementerian Pertanian.

[EEC] Experimental Economics Center [Internet]. 2006. Price floors and ceilings [inetrnet].[updated 2006; cited 2018 Jan 22] Available from: http://www.econport.org/content/handbook/Equilibrium/Price-Controls.html.

Faisal MR, Lisarini E. 2015. Pengaruh kualitas dan harga beras pandanwangi terhadap kepuasan konsumen di wilayah pemasaran Cianjur. J Agr Sc. 5(2): 1-6.

Hermanto, Saptana. 2017. Kebijakan harga beras ditinjau dari dimensi penentu harga. Forum Penelit Agro Ekon. 35(1): 31-43.

Ilham N, Hermanto. 2007. Dampak kebijakan harga pangan dan kebijakan moneter terhadap stabilitas ekonomi makro. J Agro Ekon. 25(1): 55-56.

Jati K. 2018. Analisis efek musim hujan dan kemarau terhadap harga beras. J Manaj Industri dan Logistik. 2(1): 37-46.

Jusar D, Dj. Bakce dan Eliza. 2018. Analisis Variasi Harga Beras di Provinsi Riau dan Daerah Pemasok. J Dinamika Pertanian. 33(2): 19–26.

Khudori. 2017. HET Beras dan Kebijakan Yang Baik [Internet]. [ Diunduh 1 Oktober 2018]. Tersedia dari: https://www.pataka.or.id/2017/09/11/het-beras-dan-kebijakan-yang-baik-oleh-khudori/

[Kemendag] Kemeterian Perdagangan 2013. Dokumen Permendag No. 70 tahun 2013. [Internet]. [Diunduh 1 November 2018]. Tersedia dari: www.kemendag.go.id/files/pdf/2014/03/19/ mendag-permendag-702013-untuk-mempererat-dan-mempercepat-kolaborasi-pedagang-dan-produsen-dalam-negeri-id0-1395203124.pdf.

[Kemtan] Kementerian Pertanian. 2017. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 31/Permentan/PP.130/ 8/2017 tentang Kelas Mutu Beras. Jakarta (ID): Kementerian Pertanian.

Lihan I. 2014. Kajian struktur pasar gabah dan beras di Indonesia. J NeO-Bis. 8(1): 1-14.

Lipsey RG. 1995. Microeconomics 5th Edition (Terjemahan). Jakarta (ID): Binarupa Aksara.

Nugroho PW, Basuki MU. 2012. Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi inflasi di Indonesia. Diponegoro J of Econ. 1(1):1-10.

Proborini, Ekowati T, Sumarjono D. 2018. Analisis efektivitas pelaksanaan pasar murah bulog dalam menjaga stabilitas harga beras di DKI Jakarta. BISE: J Pendidikan Bisnis dan Ekonomi. 4(1):38-49.

Maulana M, Rachman B. 2011. Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah-beras tahun 2010: efektivitas dan implikasinya terhadap kualitas dan pengadaan oleh dolog. Analisis Kebijak Pertan. 9(4): 331-347.

Saifullah A, Sulandri E. 2010. Prospek beras dunia 2010: akankah kembali bergejolak?. J Pangan, 19(2):135 – 146.

Sanny L. 2010. Analisis produksi beras Di Indonesia. Binus Business Review. 1(1): 245-251.

Saputra, Arifin B, Kasymir E. 2014. Analisis kausalitas harga beras, harga pembelian pemerintah (HPP) dan inflasi serta efektivitas kebijakan HPP di Indonesia. J Ilmu-Ilmu Agribisnis. 2(1): 24-31.

Sawit MH. 2001. Kebijakan harga beras: Periode Orba dan Reformasi. hlm 123-150. Dalam: Achmad Suryana, Benny Rachman dan Maino Dwi Hartono, editors. 2014. Dinamika kebijakan harga gabah dan beras dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

[Setkab] Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. 2015. Jaga stabilitas, Presiden terbitkan Inpres Pengadaan Gabah/Beras dan Penyaluran Beras [Internet]. [ Diunduh 19 Oktober 2018]. Tersedia dari: http://setkab.go.id/jaga-stabilitas-presiden-terbitkan-inpres-pengadaan-gabahberas-dan-penyaluran-beras/

Sukiyono, K dan Rosdiana. 2018. Pendugaan model peramalan harga beras pada tingkat grosir. J AGRISEP. 17(1): 23 – 30.

Suryana A, Rachman B, Hartono MD. 2014. Dinamika kebijakan harga gabah dan beras dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Widiarsih D. 2012. Pengaruh sektor komoditi beras terhadap inflasi bahan makanan. J Sosial Ekonomi Pembangunan. 2 (6): 244-256.

Yin RK. 2009. Case study research: Design and Methods (4th Ed.). Thousand Oaks, CA (US): Sage Publications, Inc.

Yusuf Y, Amrullah A, Tenriawaru AN. 2018. Perilaku konsumen pada pembelian beras di Kota Makassar. J Sosek Pertanian. 14(2): 105-120.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v17n1.2019.59-77

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2019 Analisis Kebijakan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kampus Penelitian Cimanggu
Jln. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks. (0251) 8314496
E-mail: akppsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id