Perilaku Harga Produk Peternakan Pada Hari Besar Keagamaan Nasional

Atien Priyanti, Ismeth Inounu

Abstract


Livestock products such as beef, broiler meat, and eggs are commodities deal with increased prices during national religious holidays (HBKN), especially during Idul Fitri. The objective of this research was to study the dynamic changes and price behavior during HBKN to anticipate food price fluctuation in the future. The research was conducted in three consecutive years, i.e. from 2012 to 2014, and carried out in 8 provinces representing centers of producers and consumers. Data were analyzed using a general linear model procedure to find out the inflection point of the highest price of livestock products during HBKN. Results showed that average price of beef rose by 10–20%, whereas those of broiler meat and egg increased by 10–16% and 5–13%, respectively. Region and time period significantly affected price changes (P < 0.001). A sigmoid curve of dynamic changes of livestock price was shown in this study. The results indicated that the highest price changes of livestock products were one day before Idul Fitri. The government needs to assure consumers not to be panic due to significant changes in livestock product prices since this temporary adjustment would reach the price equilibrium such as those before Idul Fitri. Public panic could be exploited by speculators to increase profit.  

 

Abstrak

Komoditas pangan asal ternak, utamanya daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras selalu mengalami peningkatan menjelang atau menghadapi hari besar keagamaan nasional (HBKN), khususnya pada Hari Raya Idul Fitri. Dinamika perkembangan dan perilaku harga menjelang HBKN perlu dianalisis untuk mengetahui dan mengantisipasi gejolak harga pada masa yang akan datang. Suatu penelitian telah dilakukan selama tiga tahun berturut-turut, 2012–2014, di delapan provinsi yang merepresentasikan wilayah produsen dan konsumen untuk mengamati perubahan harga eceran daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras. Data dianalisis dengan menggunakan prosedur General Linear Model untuk mengetahui puncak kenaikan harga dari masing-masing produk tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kenaikan rata-rata harga daging sapi menjelang HBKN berkisar antara 10−20%, sedangkan untuk daging dan telur ayam ras masing-masing mencapai 10−16% dan 5−13%. Variabel wilayah dan tahun serta interaksinya memberikan pengaruh yang nyata terhadap perubahan harga daging sapi, daging ayam, dan telur ayam ras (P<0,001). Faktor wilayah memberikan pengaruh yang signifikan terhadap perubahan harga daging sapi dan telur ayam ras (P<0,001). Dinamika perubahan harga ditunjukkan dengan kurva sigmoid, di mana puncak kenaikan tertinggi untuk daging sapi dan telur ayam diperoleh masing-masing pada hari ke-7,62 dan hari ke-7,65 atau sehari menjelang Hari Raya Idul Fitri. Hal tersebut untuk daging ayam ras ditunjukkan pada hari ke-8,07 atau sedikit melewati dan mendekati Hari Raya Idul Fitri. Pemerintah harus dapat meyakinkan masyarakat untuk tidak terlalu panik dalam menghadapi dinamika perubahan harga menjelang HBKN karena kepanikan masyarakat justru dapat digunakan oleh para spekulan untuk memperoleh keuntungan.


Keywords


livestock products; national religious holiday; price behavior; hari besar keagamaan nasional; perilaku harga; produk peternakan

Full Text:

PDF

References


Arini PS, Bendesa IKG. 2012. Pengaruh Hari Raya Galungan pada seasonal adjustment IHK dan penentuan komoditas utama yang mempengaruhi inflasi di Bali: analisis ARIMA. J Ekon Kuant Terap. 5(2):79-86.

Burhani FJ, Fariyanti A, Jahroh S. 2013. Analisis volatilitas harga daging sapi potong dan daging ayam broiler di Indonesia. Forum Agribis. 3(2):19-39.

Daryanto A, Saptana. 2011. Dampak kebijakan Pemerintah DKI di bidang perunggasan terhadap ketersediaan ayam di DKI Jakarta. Anal Kebijak Pertan. 9(3):219-236.

Daryanto A. 2012. Mengapa harga komoditas ayam berfluktuasi? Poultry Indonesia. April 2012. 7:68-69

[Ditjen PKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2015a. Kebijakan dan langkah operasional peningkatan produksi daging. Pembahasan Kebijakan Peningkatan Produksi Daging Kementerian Pembangunan Nasional/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional; 2015 Des 8; Bogor, Indonesia.

[Ditjen PKH] Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan. 2015b. Perkembangan pemasukan/impor DOC broiler dan layer per Desember 2015. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Direktorat Perbibitan.

[GPMT] Gabungan Pengusaha Makanan Ternak. 2014. Kebijakan dan strategi industri perunggasan menjelang pasar tunggal ASEAN 2015. Makalah disampaikan dalam Diskusi Pusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan; 2014 Mei 6; Bogor, Indonesia.

Hadi PU, Ilham N, Thahar A, Winarso B, Vincent D, Quirke D. 2002. Improving Indonesia’s beef industry. ACIAR Monograph No. 95. Canbera (AU): Australian Centre for International Agricultural Research.

Ilham N, Yusdja Y. 2004. Sistem transportasi perdagangan ternak sapi dan implikasi kebijakan di Indonesia. Anal Kebijak Pertan. 2(1):37-53.

Ilham N. 2009a. Kebijakan pengendalian harga daging sapi nasional. Anal Kebijak Pertan. 7(3):211-221.

Ilham N. 2009b. Kelangkaan produksi daging: indikasi dan implikasi kebijakannya. Anal Kebijak Pertan. 7(1):43-63.

Instruksi Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan Nomor 15043/FK.010/F/10/2015 tanggal 15 Oktober 2015 perihal Penyesuaian Populasi Parent Stock. 2015. Jakarta (ID): Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan.

Kalangi LS, Syaukat Y, Kuntjoro SU, Priyanti A. 2014. Technical efficiency of beef cattle breeding business in East Java Province. Media Peternak. 37(2):136-142.

Kaps M, Lamberson WR. 2004. Biostatistics for animal sciences. Cambridge (UK): CABI Publishing. ISBN 0 85199 820 8.

Keputusan Menteri Perdagangan RI nomor 470/M-DAG/KEP/3/2016 tentang penetapan tim ketersediaan dan stabilisasi harga barang kebutuhan pokok. 2016. Jakarta (ID): Kementerian Perdagangan RI.

Kompas.com. 2015 Agu 10. Tekan harga daging sapi, Bulog lakukan operasi pasar di tiga wilayah [Internet]. [diunduh 2016 Agus 15]. Tersedia dari: http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2015/08/ 10224050426

Kusriatmi. 2013. Dampak kebijakan swasembada daging sapi terhadap kinerja ekonomi subsektor peternakan di Indonesia [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor, Sekolah Pascasarjana.

Kustiari R. 2012. Demand parameter estimation of several livestock commodities in Sumatera and Java. Proceedings of the 15th AAAP Animal Science Congress; 2012 Nov 26-30; Patumtani, Thailand. Patumtani (TH): Thammasat Universit Rangsit Campus. p. 1138-11431.

Mahendri IGAP, Priyanti A, Cramb RA. 2012. Characterising the marketing chain for beef cattle in East Java, Indonesia. Proceedings of the 15th AAAP Animal Science Congress; 2012 Nov 26-30; Patumtani, Thailand. Patumtani (TH): Thammasat Universit Rangsit Campus.

Ma’sum M. 2011. Implikasi kebijakan perbibitan sapi terhadap adopsi inovasi inseminasi buatan pada peternak sapi potong [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor, Sekolah Pasca Sarjana.

Mathius IW, Sinurat A. 2001. Pemanfaatan bahan pakan inkonvensional untuk ternak. Wartazoa. 11(2): 20-31.

Peraturan Presiden Republik Indonesia nomor 71 tahun 2015 tentang penetapan dan penyimpanan barang kebutuhan pokok dan barang penting. 2015. Jakarta (ID): Sekretariat Kabinet RI.

Priyanti A, Mahendri IGAP, Cahyadi F, Cramb R. 2012. Factors affecting the farm-gate selling price of smallholder beef cattle in East Java, Indonesia. Proceedings of the 15th AAAP Animal Science Congress; 2012 Nov 26-30; Patumtani, Thailand. Patumtani (TH): Thammasat Universit Rangsit Campus. p. 927-931.

[Pusdatin] Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. 2015. Buletin analisis perkembangan harga komoditas pertanian, Pebruari 2015. Jakarta (ID): Pusat Data dan Sistem Informasi Pertanian. ISSN: 1412-5102.

Rusdianto SW, Daryanto HKS, Kuntjoro, Priyanti A. 2015. Pengaruh perubahan harga sapi terhadap permintaan input dan penawaran output usaha penggemukan sapi Bali. Inform Pertan. 24(2):223-232.

Soedjana TD. 2013. Partisipasi konsumsi sebagai alat ukur status ketahanan pangan daging. Wartazoa. 23(4):166-175.

Surat Edaran Menteri Perdagangan Republik Indonesia nomor 644/M-DAG/SD/4/2014 tanggal 15 April 2014 tentang harga penjualan day old chicken (DOC) di tingkat peternak. 2014. Jakarta (ID): Kementerian Perdagangan RI.

Tangendjaja B, Yusdja Y, Ilham N. 2003. Analisis ekonomi permintaan jagung untuk pakan. Dalam: Kasryno F, Pasandaran E, Fagi AM, editors. Ekonomi jagung Indonesia. Jakarta (ID): Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. ISBN 979-8073-86-X. hlm. 229-254.

Trobos. 2016 Agu 1. Operasi pasar belum cukup efektif [Internet]. [diunduh 2016 Agu 15]. Tersedia dari: http://www.trobos.com/detail-berita/2016/08/ 01/9/7802/operasi-pasar-belum-cukup-efektif

Umboh SJK, Hakim DB, Sinaga BM, Kariyasa IK. 2014. Impacts of domestic maize price changes on the performance of small-scale broiler farming in Indonesia. Media Peternak. 37(3):198-205.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v14n2.2016.149-162

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Analisis Kebijakan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kampus Penelitian Cimanggu
Jln. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks. (0251) 8314496
E-mail: akppsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id