Ketahanan Pangan dan Kemiskinan di Provinsi Aceh

nFN Zakiah

Abstract


Poverty is closely related to food security because poor people have limited consumption choice including that of food. This study aims to examine poverty line and correlation between poverty and food security in Aceh Province.  This study utilized a panel data from 23 regencies/municipalities in Aceh Province during the period of 2007-2013. To measure poverty line, approaches taken were minimum physical need based on minimum expenditure level of rice consumption and food security based on energy consumption. Data were analyzed using a 2SLS method. The result shows that the regions with low poverty line have lower energy consumption compared to those with higher poverty line. Banda Aceh has the highest poverty line and energy consumption level. On the other hand, North Aceh, Southeast Aceh, Bener Meriah Regencies, and Subulussalam Municipality are the regions areas with lowest poverty lines and energy consumption levels. To improve food security, some measures to take are food availability assurance, farmers’ empowerment, agricultural inputs subsidy provision, infrastructure construction, paddy field leveling-up, agricultural extension improvement, innovation invention, and food warehouse establishment.

 

Abstrak

Kemiskinan erat kaitannya dengan ketahanan pangan karena kemiskinan menyebabkan keterbatasan untuk mengonsumsi pangan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat garis kemiskinan dan keterkaitan antara kemiskinan dan ketahanan pangan di Provinsi Aceh. Penelitian ini menggunakan data panel 23 kabupaten yang ada di Provinsi Aceh pada periode 2007–2013. Garis kemiskinan dianalisis menggunakan tingkat pengeluaran minimum dengan pendekatan kebutuhan fisik minimum, yaitu konsumsi beras (subsistence level), sedangkan ketahanan pangan dianalisis dengan pendekatan konsumsi energi. Penelitian ini menggunakan model ekonometrika dengan dua persamaan yang pendugaannya menggunakan metode 2SLS. Hasil analisis menunjukkan bahwa secara umum daerah dengan garis kemiskinan rendah mempunyai konsumsi energi lebih rendah dibandingkan daerah dengan daerah dengan garis kemiskinan lebih tinggi. Banda Aceh mempunyai garis kemiskinan dan konsumsi energi paling tinggi, sementara Aceh Utara, Aceh Tenggara, Bener Meriah, dan Subulussalam merupakan daerah dengan garis kemiskinan dan konsumsi energi paling rendah. Upaya peningkatan ketahanan pangan dapat ditempuh mulai dari tingkat ketersediaan pangan, yaitu dengan memberdayakan petani baik sebagai produsen maupun konsumen, melalui subsidi input, peningkatan infrastruktur, pencetakan lahan sawah baru, perbaikan sistem dan sumber daya penyuluh/pendamping, kerja sama dengan perguruan tinggi dalam menghasilkan inovasi, dan menghidupkan kembali lumbung pangan di setiap rumah tangga. 


Keywords


ketahanan pangan; kemiskinan; konsumsi energi; tingkat pengeluaran minimum; poverty; food security; energy consumtion; subsistence level

Full Text:

PDF

References


Ariningsih E, Rachman HPS. 2008. Strategi peningkatan ketahanan pangan rumah tangga rawan pangan. Anal Kebijak Pertan. 6(3):239-255.

[BKP] Badan Ketahanan Pangan. 2005. Kebijakan umum pemantapan ketahanan pangan nasional. Jakarta (ID): Badan Ketahanan Pangan.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2008−2014. Konsumsi kalori dan protein penduduk Indonesia. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2015. Perkembangan pembangunan Provinsi Aceh 2014. Banda Aceh (ID): Badan Pusat Statistik Provinsi Aceh.

Baldos ULC, Thomas WH. 2014. Global food security in 2050: the role of agriculture productivity and climate change. Aus J Agr Res Econ. (58):554-570.

Barrett CB. 2010. Measuring food insecurity. Science. 327(5967):825-828.

Chambers R. 2014. Rural development: putting the last first. New York (US): Routledge.

Cook JT, Frank DA. 2008. Food security, poverty, and human development in the United States. Ann N Y Acad Sci. 1136(1):193-209.

Darwanto DH. 2005. Ketahanan pangan berbasis produksi dan kesejahteraan petani. Ilmu Pertan. 12(2):152-164.

[FAO] Food and Agriculture Organization of the United Nations. 1996. Rome declaration on world food security. World Food Summit; 1996 Nov 13-17; Rome, Italy. Rome (IT): Food and Agriculture Organization of the United Nations.

Ghodang H. 2003. Analisis garis kemiskinan rumah tangga berdasarkan karakteristik sosial ekonomi di Kota Medan [Tesis]. [Banda Aceh (ID)]: PPS Unsyiah.

Gregory CA, Coleman-Jensen A. 2013. Do high food prices increase food insecurity in the United States? Appl Econ Perspect Policy. 35(4):679-707.

Hartono J. 2002. Teori eonomi mikro analisis matematis. Yogyakarta (ID): Andi.

Ilham N, Siregar H, Priyarsono DS. 2006. Efektivitas kebijakan harga pangan terhadap ketahanan pangan. J Agro Ekon. 24(2):157-177.

Kementerian Kesehatan RI. 2014. Riset kesehatan dasar 2013. Jakarta (ID): Kementerian Kesehatan RI, Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Labadarios D, Mchiza ZJR, Steyn NP, Gericke G, Maunder EMW, Davids YD, Parker WA. 2011. Food security in South Africa: a review of national surveys. Bull WHO. 89(12):891-899.

Masbar R. 2011. Teori dan analisis kebijakan mikroekonomi kemiskinan. Pidato Pengukuhan dalam Jabatan Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Syiah Kuala; 2011 Des 15; Banda Aceh, Indonesia.

Maxwell S, Frankkenberger TR. 1992. Household food security: concepts, indicators, measurements: a technical review. New York (US): UNICEF dan IFAD.

Moeke PT, Heitia M, Heitia S, Karapu R, Cote S. 2015. Understanding Mäori food security and food sovereignty issues in Whakatäne. MAI J. 4(1):29-42.

Moffitt R. 2008. A primer on US welfare reform. Focus. 26(1):15-25.

Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia nomor 75 tahun 2013 tentang angka kecukupan gizi yang dianjurkan bagi bangsa Indonesia. 2013. Jakarta (ID): Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI.

Pinstrup AP. 2009. Food security: definition and measurement. Food Secur. 1(1):5-17.

Ravallion M. 1992. Poverty comparisons: a guide to concepts and methods. Washington DC (US): The World Bank.

Rindayati W, Sanim B, Hutagaol MP, Siregar H. 2008. Fiscal decentralization and food security in West Java: policy analysis. Forum Pasca Sarjana. 31(4):251-267.

Sajogyo. 1977. Golongan miskin dan partisipasi dalam pembangunan desa. Prisma. 6(3):10-17.

Saliem EM, Lokollo M, Ariani TB, Purwantini, Marisa Y. 2005. Analisis ketahanan pangan tingkat rumah tangga dan regional. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Penelitian dan Pengembangan Sosial Ekonomi Pertanian.

Sen AK. 1998. The standard of living. Cambridge (UK): Cambridge University Press.

Shariff ZM, Khor GL. 2008. Household food insecurity and coping strategies in a poor rural community in Malaysia. Nutr Res Pract. 2(1):26-34.

Situmorang BT, Tambunan M, Kusnadi N. 2010. Impact of fiscal policy on food security in North Sumatera Province. Forum Pasca Sarjana. 33(2):141-153.

Skinner K, Pratley E, Burnett K. 2016. Eating in the city: a review of the literature on food insecurity and indigenous people living in urban spaces. Societies. 6(2):7-18.

Socha T, Chambers L, Zahaf M, Abraham R, Fiddler T. 2011. Food availability, food store management, and food pricing in a northern community First Nation community. Int J Human Soc Sci. 1(11):49-61.

Suryana A. 2014. Menuju ketahanan pangan Indonesia berkelanjutan 2025: tantangan dan peluangnya. Forum Penelit Agro Ekon. 32(2):123-135.

Taniguchi K, Chern WS. 2000. Income elasticity of rice demand in japan and its implications: cross-sectional data analysis. Paper presented in 2000 American Agricultural Economics Association Annual Meeting; 2000 Jul 30-Aug 2; Tampa, Florida, The United States. 43 p.

Todaro, Michael P, Stephen CS. 2000. Pembangunan ekonomi, Jilid 1. Jakarta (ID): Erlangga.

Zakiah. 2015. Dampak kebijakan fiskal terhadap ketahanan pangan dan kemiskinan di Provinsi Aceh [Disertasi]. [Banda Aceh (ID)]: Program Pascasarjana Universitas Syiah Kuala.

Zakiah. 2016. Ketahanan pangan rumah tangga miskin di Kecamatan Delima Kabupaten Pidie, Aceh. Prosiding Seminar Nasional Ekonomi Ketahanan Energi; 2016 Nov 15; Banda Aceh, Indonesia. Lhokseumawe (ID): Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Malikussaleh Aceh. hlm. 757-767.

Zakiah, Fauzan. 2016. Dampak pengeluaran pemerintah subsektor tanaman pangan terhadap permintaan input dan produksi beras di Provinsi Aceh. Ekon Pembang. 7(1):32-47.

Zezza A, Tasciotti L. 2010. Urban agriculture, poverty, and food security: empirical evidence from a sample of developing countries. Food Policy. 35(4):265-273.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v14n2.2016.113-124

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Analisis Kebijakan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kampus Penelitian Cimanggu
Jln. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks. (0251) 8314496
E-mail: akppsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id