Strategi Komunikasi Pemanfaatan Varietas Unggul Baru Padi Toleran Rendaman

Herlina Tarigan, Rita Nur Suhaeti, Rudy Sunarja Rivai

Abstract


Indonesia is still in struggle achieving sustainable food self-sufficiency, especially for rice. Rice production enhancement deals with many challenges, among others, negative impacts of climate change such as floods and droughts. Submergence tolerant rice varieties (STRV) invented by IAARD takes a relatively long time to be adopted by rice farmers. It needs an effective communication strategy to overcoming this situation. This paper identifies communication system in STRV dissemination process and acceptance while trying to formulate an effective communication strategy to speed up the adoption process to support food self-sufficiency achievement. Farmers’ rate of adoption of technology innovation was influenced by internal factors, external factors, socio-economic and environmental conditions. The research was conducted in 2015 on various types of lowland, that is, prone-flood irrigated lowland in West Java Province and in swamp tidal irrigated lowland and swampy irrigated lowland in South Kalimantan Province. The data were analyzed using both communication theory and institutional evaluation. SRTV socialization communication and adoption was a stratified communication linear model, directional, and no room for feedback. This system could only work effectively in a relatively long time such that the behavior change was slow. The system will be more effective in reaching early adopter groups and takes longer to spread to other recipient groups. An effective, equitable interactional communication model was required by setting up dialogues on each stage such that STRV adoption could be accelerated. Institutionally, STRV adoption required new breakthroughs because, in addition to technical problems, it was necessary to improve technology dissemination mechanism with better communication systems.

 

Abstrak

Indonesia terus berupaya mencapai swasembada pangan berkelanjutan, terutama untuk komoditas beras. Peningkatan produksi padi banyak menghadapi tantangan antara lain dampak negatif perubahan iklim seperti banjir dan kekeringan. Hasil penelitian Badan Litbang Pertanian yang potensial seperti varietas unggul baru padi toleran rendaman (VUB-PTR) seringkali lama diadopsi karena komunikasi dan strateginya kurang efektif. Tulisan ini bertujuan mengidentifikasi sistem komunikasi pada proses sosialisasi dan pemanfaatan VUB-PTR sekaligus mencoba merumuskan strategi komunikasi yang efektif untuk mempercepat proses adopsinya sehingga dapat mendukung pencapaian swasembada pangan. Tingkat penerimaan petani terhadap teknologi inovasi dipengaruhi oleh faktor internal, faktor eksternal, dan kondisi sosial ekonomi lingkungan. Penelitian dilaksanakan tahun 2015 pada berbagai tipe lahan sawah, yaitu lahan sawah irigasi rentan banjir di Provinsi Jawa Barat dan lahan rawa pasang surut dan rawa lebak di Provinsi Kalimantan Selatan. Analisis data menggunakan kombinasi teori komunikasi dengan analisis kelembagaan. Sistem komunikasi sosialisasi dan pemanfaatan VUB-PTR merupakan komunikasi berjenjang dengan model linier, sifatnya searah, dan tidak ada ruang untuk menyampaikan umpan balik. Sistem ini hanya bisa berjalan efektif dalam waktu relatif lama sehingga perubahan perilaku lambat. Sistem lebih efektif menjangkau kelompok pengguna awal dan membutuhkan waktu lebih lama untuk menyebar ke kelompok penerima lainnya. Diperlukan pembangunan sistem komunikasi yang lebih efektif dan setara model interaksional dengan membuka ruang dialog pada masing-masing tahapan sehingga adopsi inovasi bisa dipercepat. Secara kelembagaan, pemanfaatan VUB-PTR memerlukan terobosan baru karena selain persoalan teknis, perlu perbaikan mekanisme diseminasi teknologi dengan sistem komunikasi yang lebih baik.


Keywords


communication strategy; innovation adoption; submergence-tolerant rice variety; adopsi inovasi; padi toleran rendaman; strategi komunikasi

Full Text:

PDF

References


Adnyana MO, Makarim K, Hairmansis A, Supartopo, Suhaeti RN, Djojopoespito S. 2009. Developing submergence tolerant rice varieties: implementation plans to disseminate submergence tolerant rice varieties and associated new production practices to Southeast Asia. Final Report. Bogor (ID): Collaborative Research of among FAO-IRRI–JAPAN No. DPPC2007-22. Badan Litbang Pertanian. 2012. Hlm 102

[BPS] Badan Pusat Statistik. 2008. Struktur ongkos petani padi 2008. Jakarta (ID): Badan Pusat Statistik.

Berlo DK. 1960. The process of communication: an introduction to theory and practice. New York (US): Holt, Rinehart, and Winston Inc.

Bulu YG, Hariadi SS, Herianto AS, Mudiyono. 2009. Pengaruh modal sosial dan keterdedahan informasi inovasi terhadap tingkat adopsi inovasi jagung di Kabupaten Lombok Timur. J Agro Ekon. 27(1):1-21.

DeVito AJ. 2011. Komunikasi antarmanusia. Banten (ID): Kharisma,

Indraningsih KS. 2011. Pengaruh penyuluhan terhadap keputusan petani dalam adopsi inovasi teknologi usaha tani terpadu. J Agro Ekon. 29(1):1-24.

Indraningsih KS, Supriatna Y, Nahraeni W, Suradisastra K. 2012. Kajian legislasi penyuluhan pertanian mendukung swasembada pangan. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Koesrini, Dedi N. 2012. Inpara: varietas padi adaptif rawa. Balittra. http://balittra.litbang.pertanian.go. id/index.php?option=com_content&view=article&id=230&Itemid=10

Lee Y, O’Connor GC. 2003. The impact of communication strategy on launching new products: the moderating role of product innovativeness. J Prod Innovat Manage. 20:4-21.

Makarim AK, Suhartatik E, Pratiwi GR, Ikhwani. 2009. Perakitan teknologi produksi padi pada lahan rawa dan rawan rendaman (>15 hari) untuk produktivitas minimal 7 ton/ha. Laporan Akhir ROPP DIPA. Subang (ID): Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Makarim AK, Suhartatik E, Ikhwani. 2011. Pemupukan NPK optimum padi rawa toleran rendaman dengan produktivitas >7 ton/ha di lahan lebak dan sawah rawan banjir. Laporan Akhir ROPP DIPA 2011. Subang (ID): Balai Besar Penelitian Tanaman Padi.

Metronews. 2015 Mar 20. JK: Konsumsi beras Indonesia paling tinggi dari rerata Asia [Internet]. [diunduh 2017 Jun 3]. Tersedia dari: http://ekonomi.metrotvnews.com/read/2015/03/20/374215/jk-konsumsi-beras-indonesia-paling-tinggi-dari-rerata-asia

Misra R, Prakash A. 2013. Climate change and sustainable agriculture: an Indian perspective [Internet]. Uttar Pradesh (IN): Dr. Ram Manohar Lohia National Law University; [cited 2013 Nov 20]. Available from: http://www.kadinst.hku.hk/sd conf10/Papers_PDF/p293.pdf

Mohr J, Nevin JR. 1990. Communication strategi in marketing channels: a theoritical perspective. J Marketing. 54(4):36-51.

Naylor RL, Liska AJ, Burke MB, Falcon WP, Gaskell SC, Rozelle SD, Cassman KG. 2007. The ripple effect: biofuels, food security, and the environment. Agron Horticult. 49(9):30-43.

Nutbeam D. 2000. Health literacy as a public health goal: a challenge for contemporary health education and communication strategies into the 21st century. J Health Promot Int. 15(3):259-267.

Onasanya AS, Adedoyin SF, Onasanya OA. 2006. Communication factors affecting the adoption of innovation at the grassroot level in Ogun State, Nigeria. J Cent European Agr. 7(4):601-608.

Peñalba LM, Elazegui DD. 2011. Adaptive capacity of households, community and organizations for extreme climate events in the Philippines. EEPSEA Research Report No. 2011-RR3. ISBN 978-981-08-9694-2.

[Puslitbangtan] Pusat Penelitian dan Pengembangan Tanaman Pangan. 2013. Peningkatan produksi padi menuju 2020 [Internet]. [diunduh 2013 Des 4]. Tersedia dari: http://www.puslittan.bogor.net/ index.php?bawaan=download/download_detail&&id=35

Rogers EM. 2003. Diffusion of innovation. New York (US): Free Press.

Rogers EM, Kincaid DL. 1981. Communication networks: toward a new paradigm for research. New York (US): Free Press.

Slamet M. 2003. Pemberdayaan masyarakat. Dalam: Yustina I, Sudrajat A, editors. Membentuk pola prilaku manusia pembangunan. Bogor (ID): IPB Press

Sumardjo. 1999. Transformasi model penyuluhan pertanian menuju pengembangan kemandirian petani: kasus di Provinsi Jawa Barat [Disertasi]. [Bogor (ID)]: Institut Pertanian Bogor.

Suswono, 2013. Konsumsi beras masyarakat Indonesia tertinggi di dunia [Internet]. [diunduh 2013 Des 8]. Tersedia dari: http://www.antara news.com/berita/398839/konsumsi-beras-masyar akat-indonesia-tertinggi-di-dunia

Tarigan H, Suhaeti RN, Rivai RS, Darwis V. 2015. Sistem komunikasi pemanfaatan varietas unggul baru padi toleran rendaman dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Laporan Akhir Penelitian. Bogor (ID): Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian.

Widjaja¬-Adhi IPG, Alihamsyah T. 1998. Pengembangan lahan pasang surut: potensi, prospek, dan kendala serta teknologi pengelolaannya untuk pertanian. Dalam: Sudaryono, editor. Optimalisasi pemanfaatan sumber daya lahan mendukung ketahanan pangan nasional. Prosiding Seminar Nasional dan Pertemuan Tahunan Komisariat Daerah Himpunan Ilmu Tanah. Malang (ID): Himpunan Ilmu Tanah Indonesia (HITI) Komisariat Daerah (KOMDA) Jawa Timur. hlm. 51-72.

Xu K, Mackill DJ. 1996. A major locus for submergence tolerance mapped on rice chromosome 9. Molecular Breeding 2:219-224.




DOI: http://dx.doi.org/10.21082/akp.v14n2.2016.97-112

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Analisis Kebijakan Pertanian

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.


Pusat Sosial Ekonomi dan Kebijakan Pertanian

Kementerian Pertanian
Lt. III Gedung A.
Kampus Penelitian Cimanggu
Jln. Tentara Pelajar No. 3B, Kota Bogor 16111
Telp. (0251) 8333964 ext. 300-301, Faks. (0251) 8314496
E-mail: akppsekp@gmail.com
Website: http://pse.litbang.pertanian.go.id